Seni Budaya

Saatnya Anak Muda Menghidupkan Kesenian Sunda


initasik.com, seni budaya | Berkesenian dipercaya bisa menjadi penawar meminimalisir kenakalan remaja. Luthfi Fahmi Maulana, salah satu pendiri Komunitas Kelompok karinding Sekar Sajati, meyakini itu.

“Sudah saatnya anak-anak muda menghidupkan kesenian. Soalnya melihat pergaulan anak-anak sekarang ini sangat mengkhawatirkan. Dengan kesenian seperti ini anak-anak muda bisa berbuat hal positif. Itu sangat saya rasakan sendiri,” tuturnya di sela milangkala kesatu Komunitas Karinding Sekar Sajati, di daerah Saripin, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, belum lama ini.

Dia menceritakan, ketika mengajak teman-teman di daerahnya untuk berkesenian, mereka dikenalkan secara perlahan. “Setelahnya mengenal karinding, kegiatan negatifnya berkurang. Biasa malam Minggu nongkrong di jalanan, sekarang mah berkumpul sambil latihan,” sebutnya.

Menurutnya, kesenian seperti karinding bisa menyatukan yang berbeda-beda sifat ada dalam satu komunitas. Kekeluargaannya juga sangat baik. “Dari satu karinding kita bisa punya dulur banyak. Intinya bisa bersilaturahmi dengan banyak orang melalui karinding,” ungkap mahasiswa STMIK itu.

Untuk menggali kesenian Sunda di daerahnya, dia bersama teman-temannya berkeliling. Ternyata, tidak sedikit kesenian Sunda yang mulai punah. Padahal awalnya di daerah tersebut sangat diminati. Untuk menghidupkannya kembali, salah satu caranya dengan menggelar kegiatan yang menarik perhatian anak-anak muda.

“Banyak kesenian yang ada di sini, tapi para pelakunya sudah tua-tua. Sekarang waktunya anak muda mulai menghidupkan kembali. Harus ada regenerasi,” tandasnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?