Siswa SMA GAZA memanen ikan | Ist
Edukasi

Salah Satu Syarat Kelulusan Siswa SMA GAZA Harus Punya Keterampilan Hidup


initasik.com, edukasi | Persaingan dunia kerja yang semakin ketat mendorong Iim Imanulloh, Ketua Yayasan Jamiyatul Abror Al-GAZA yang menaungi SMA GAZA, untuk mencetak anak-anak didiknya yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga memiliki keterampilan hidup.

Untuk itu, pihaknya mewajibkan seluruh siswanya memilih salah satu atau lebih dari beberapa program keterampilan yang diadakan di SMA GAZA, seperti kewirausahaan, agrobisnis, otomotif, tata busana, tata boga, atau teknologi informasi dan komunikasi.

Menurutnya, dengan memiliki bekal keahlian sesuai minat dan bakatnya, mereka yang telah selesai menempuh pendidikan di SMA GAZA tidak mengalami kegalauan dalam menjalani dinamika kehidupan, karena sudah memiliki keahlian.

“Bahkan, saat ini sebagian besar siswa sudah mendapatkan rezeki dari pendidikan lifeskills yang diadakan di sekolah. Misalnya ada siswa kelas XII yang sudah dua tahun lebih tinggal di asrama pesantren sekolah yang mengurus ternak domba dengan sistem nengah. Mereka sudah punya beberapa domba, dan semuanya mengatakan akan dijual nanti untuk masuk kuliah,” tuturnya.

Bukan hanya itu. Ada juga siswa yang sudah mahir menjahit dapat orderan dari warga sekitar sekolah, seperti mengecilkan pakaian. Atau mereka yang bisa komputer sudah satu tahun dilibatkan di tim buletin jumat Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

“Siswa yang sudah mahir nyupir mobil suka diajak jadi supir tembak kalau hari libur. Alhamdulillah visi-misi SMA GAZA dalam mencetak lulusan yang religius, humanis, dan berdikari sudah terlihat wujudnya,” tandas Iim.

Ia menuturkan, SMA GAZA menerapkan trilogi pendidikan, yaitu, sekolah, pesantren, dan lifeskill. Para siswa yang berangkat dari keluarga tidak mampu dididik agar memiliki mental tanggung, sehingga bisa mengubah nasibnya menjadi lebih baik.

Sekolah yang berada di Kampung Babakan, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, itu sejak didirikan tiga tahun lalu tidak memungut biaya apapun kepada peserta didiknya. Malah asrama, makan, dan seragam disediakan sekolah.

Kini, siswa di SMA GAZA, mulai kelas 10 sampai kelas 12 ada 60 orang. Tahun ini akan ada wisuda angkatan pertama. Sebelum dinyatakan lulus, mereka harus mempunyai keahlian diri sebagai bekal mengarungi kehidupan yang lebih kompleks. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?