Etalase

Sampingan Jualan Bunga Hias dan Tanaman Berbuah via Online

initasik.com, etalase | Hari Setioko, warga Kampung Gombong, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, sehari-hari jualan suku cadang eskavator. Usaha utamanya itu. Namun, ia punya bisnis sampingan, yaitu jualan bunga hias dan tanaman berbuah.

Tak heran, halaman depan rumahnya tampak asri. Di sana ada beragam jenis tanaman yang hidup mekar, di antaranya rose batik, green yordan, brown turky, cherry, buah miracel, pitomba, purple yordan dan masih banyak lagi.

Selain sebagai hiasan dan salah satu sumber O2 di sekitar halaman rumahnya, ia juga menjual tanaman-tanaman itu. “Kurang lebih sudah tiga tahun. Sebagai sampingan saja,” tandasnya.

Biasanya ia menjualnya secara online. Pembayarannya dengan sistem transfer. Namun, jasa pengirimannya sebatas dalam pulau Jawa. “Kalau keluar Jawa sekarang kan kena karantina, jadi saya menjualnya dalam Pulau Jawa saja,” imbuhnya.

Menurutnya, jenis tanaman yang banyak diminati adalah brown turky dan apanache. Untuk satu buah tanaman brown turky yang sudah berbuah ia jual Rp 150 ribu. Sedangkan untuk tanaman anapache harganya kisaran Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta.

“Kalau Anapache memang mahal, karena selain tumbuhan langka ia juga memiliki tampilan yang menarik. Ada nilai seninya dari warna dan bentuk daun, karena itulah meskipun mahal masih banyak diminati,” ujarnya.

Ia biasa memasok tanaman – tanamannya itu dari daerah Malang, dan Surabaya. Menurutnya, faktor utama hambatan dari memelihara tanaman adalah faktor cuaca, apalagi seperti sekarang ini, cuaca yang tak menentu membuat tanaman terhambat pertumbuhannya.

Dalam sebulan, omzetnya tak menentu. “Kalau lagi sepi, paling Rp 1 jutaan. Kalau lagi ramai bisa sampai Rp 5 juta,” sebutnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?