Edukasi

Sanggar Kobong MAN 2 Kabupaten Tasik, Wadah Mengasah Kreativitas Siswa

initasik.com, edukasi | Berkesenian diyakini bisa membentuk kepribadian yang berkarakter baik dan bermental kuat. Menempa diri dengan berbagai pengalaman, sehingga menjadi orang yang matang dalam berbuat maupun berperilaku.

Untuk itu, MAN 2 Kabupaten Tasikmalaya membuat Seni Sanggar Kobong. Ekstrakurikuler itu dibuat sebagai wadah untuk mengasah dan menumbuhkembangkan kreativitas siswa, melatih rasa percaya diri, membangun mentalitas, dan proses interaksi sosial antarsesama.

“Antusiasme siswa di sini sangat bagus, karena sudah terlihat dan dirasakan ada kontribusinya. Mereka membuat kelompok belajar, teater, seni rupa, seni musik, seni tari, sastra dan masih banyak lagi. Mereka bisa mengekspresikan diri. Ada ruang luas untuk meningkatkan keterampilan. Anak-anak bisa menggali informasi, melatih mental ketika berbicara di depan. Guru tinggal mengarahkan dan memfasilitasinya,” tutur Abdul Rais Sidik, pembina Sanggar Seni Kobong MAN 2 Tasikmalaya, saat ditemui di sekolahnya, di Cipasung, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurutnya, kesenian mampu melatih keterampilan, kreativitas, dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Semua itu terlihat dalam kerpibadian setiap siswa yang ikut aktif dalam berkegiatan.

Ia menyebutkan, di sanggar tersebut yang aktif ada sekitar 160 siswa. Mereka berani tampil di depan kelas. Bukan hanya pintar dalam berakting, tapi juga pintar dalam kegiatan belajar mengajar atau akademik.

“Setidaknya, mereka memiliki keberanian tampil di depan umum dan bertanggung jawab. Semangat belajarnya pun lebih besar dibanding siswa yang tidak aktif dalam berkegiatan,” ucap guru Bidang Seni Budaya itu.

Yadi Mulyadi, ketua sanggar seni Kobong, menceritakan, setelah masuk sanggar seni banyak pengalaman yang mampu membentuk kerpibadian. Dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar jadi lebih aktif, berani tampil di depan kelas.

“Awal masuk saya malu, takut salah atau bagaimana, setelahnya masuk merasa enjoy. Bisa aktif di kelas, maupun di luar sekolah. Ada perbedaan bagi siswa yang aktif dan tidak aktif. berkesenian itu menyenangkan,” ujarnya.

Ia meyakini, dengan berkesenian, pola pikir jadi seimbang. Melatih otak kiri dan otak kanan.  Selain itu, dalam kegiatan belajar mengajar menjadi lebih variatif. Kadang serius dan menggembirakan. [Syaepul]