Peristiwa

Satpam Larang Wartawan Liput Bendungan Leuwikeris

initasik.com, peristiwa | Penjabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan, mengunjungi lokasi pembangunan bendungan Leuwikeris, Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 19 Juli 2018. Namun, saat awak media akan melakukan peliputan, petugas keamanan proyek melarang masuk.

Mereka berdalih, hanya rombongan dari provinsi yang diperbolehkan masuk. Wartawan yang merupakan tuan rumah tidak diperbolehkan masuk. Praktis, kunjungan Iriawan tidak bisa diliput.

Pelarangan itu menambah “daftar hitam” proyek pembangunan bendungan Leuwikeris, setelah banyak pemilik tanah yang sakit hati atas tindakan semena-mena pemerintah. Karto (68), warga Desa Ancol, Kecamatan Cineam, merasakan itu.

Ia mengaku sangat kecewa terhadap pemerintah. Menurutnya, selain harga tanah yang tidak sesuai, pihak-pihak yang mengurusi pembelian tanah pun arogan. Ada intimidasi. “Kita, kan, orang kampung. Awam. Pas penandatanganan mereka bilang ‘mau diterima silakan, tidak diterima juga silakan, nanti berhadapan dengan pengadilan’. Otomatis kita takut,” ujarnya.

Ancaman seperti itu tak hanya dilakukan pada dirinya. Hampir semua warga yang memiliki hak dari kewajiban tanah dalam proyek itu mengalaminya.

Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, enggan banyak berkomentar terkait hal itu. Menurutnya, itu ranahnya Pusat. “Saya sama seperti mereka, cuma bisa memperjuangkan. Kalau masalah kebijakan-kebijikan terhadap Leuwikeris kami tidak memiliki kewenangan,” dalihnya. [Eri]