Inspirasi

Saung Pinter di Kampung Cipalembuan; Pendidikan Agama Jadi Pondasi Utama

Kabupaten Tasik | Utep Hikmah, bersama istrinya, Nurhasanah, pada akhir 2014 merintis kelompok belajar yang bersifat sosial. Namanya Saung Pinter. Bangunan kecil berukuran 3 x 3 meter berlokasi di Kampung Cipalembuan, Desa Sukamanah, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, itu mereka gunakan untuk belajar.

Di tengah keterbatasan sarana prasarana serta tenaga pengajar, mereka berupaya memberikan sesuatu yang positif bagi anak-anak. “Awalnya tak menduga bahwa apa yang dilakukan keluarga kami bisa berdampak positif terhadap lingkungan sekitar, sehingga respons masyarakat sangat antusias dan memberikan kepercayaan penuh pada kami,” tutur Utep.

Setelah berjalan beberapa waktu, Saung Pinter sempat vakum. Utep terpaksa meminta bantuan kepada putrinya, Fadhila Najmi Laila Hikmat, S.P, yang saat itu sedang bekerja di Palembang.

September 2015, Saung Pinter mulai aktif kembali. Anak didiknya 24 orang. Seiring berjalannya waktu, pesertanya semakin bertambah, sehingga saat ini mencapai 81 orang. Jenjangnya mulai pra-TK sampai SMP, dengan tenaga pengajar hanya tiga orang.

Menurutnya, kegiatan yang diberikan pada anak-anak lebih beragam. Belajar pendidikan agama sebagai pondasi utama, ditambah dengan pendidikan umum, peningkatan kreativitas dan kegiatan pendukung lainnya.

“Semua kegiatan yang dilakukan di Saung Pinter tidak dipungut biaya apapun. Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami tetap memfasilitasi kebutuhan anak-anak alat tulis, alat salat, dan buku-buku bacaan penunjang untuk kegiatan belajar. Untuk menutupi kebutuhan itu kami sekeluarga rereongan mengumpulkan dana,” sebutnya.

Utep mengatakan, Saung Pinter memiliki tagline, Santun, Kreatif, dan Mandiri. Diharapkan, kelak anak-anak memiliki sifat-sifat tersebut. “Kami melakukan pembiasaan-pembiasaan untuk membentuk dan memperbaiki karakter mereka. Dalam setiap kegiatan, kami selalu memberikan motivasi dan semangat belajar, serta membiasakan mereka untuk berucap dan berperilaku baik. Kami menyadari, usaha kami tidak bisa dilakukan seorang diri, perlu adanya kerja sama dari semua pihak, terutama peran serta orangtua dan lingkungan,” bebernya.

Ia meyakini, pengembangan kreativitas sangat penting dilakukankan sejak dini, karena kreativitas anak sangat berpengaruh terhadap kemampuan kecerdasan dalam berfikir dan berimajinasi.

Jika potensi ini dikembangkan dengan baik, maka anak dapat mengekspresikan apa yang menjadi keinginannya. “Kami berupaya kegiatan yang diberikan dapat mendukung dalam mengasah dan meningkatkan kreativitas anak. Sikap santun dan memiliki jiwa kreativitas yang tinggi menjadi modal awal bagi mereka untuk mandiri di masa depan,” tandasnya. initasik.com|Agus

Komentari

komentar