Syaepul | initasik.com
Ekbis

Sebelum Dipanen, Sayuran Hidroponik Milik Adi Sudah Dipesan Hotel dan Restoran

initasik.com, inspirasi | Siapa sangka, sayuran yang berjajar di atas pipa paralon sepanjang tujuh meter itu sudah ada yang punya. Semuanya sudah dipesan hotel dan restoran yang ada di Tasikmalaya.

Adi Rizki, warga Awipari, Kota Tasikmalaya, tidak menyangka kalau sayuran hidroponik yang ia tanam direspons bagus oleh pasar. Padahal, semula ia hanya menyalurkan hobi. Bukan untuk dijadikan lahan bisnis. Ia sudah punya usaha mapan di bidang perumahan. Pengembang.

Ketika memulai di 2016, ia mengaku, sayuran-sayuran itu hanya untuk konsumsi pribadi. Ditanamnya pun di wadah berukuran 60×40 cm. Kecil. Hanya ada sembilan lubang. Kemudian mencoba buat wadah tanam dari pipa paralon berukuran satu meter yang dibuat 60 lubang. Semua sayuran ditanam.

Lambat laun, seiring informasi yang menyebar dari mulut ke mulut, konsumen berdatangan ke tempatnya. “Lama-lama berkembang. Sekarang totalnya itu sudah sampai 8.000 lubang. Dari sepuluh lubang bisa panen 1 kg sayuran. Dalam sebulan bisa panen satu ton,” ungkapnya.

Setelah paham keinginan dan harga di pasaran, Adi memilih untuk menanam salada hijau keriting. Hanya salada. Dibanding sayuran lain, itu harganya paling mahal. Per kg sampai laku Rp 20.000.

Menurutnya, siapapun bisa bertanam sayuran hidroponik. Tidak memerlukan lahan luas. Pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan. Asal telaten, pasti jadi. Setiap hari harus dikontrol, misalnya yang berkaitan dengan kebersihan, cairan pupuk, dan tingkat PH air.

Sekarang Adi punya lahan sekitar 500 m2. Biayanya terbilang mahal. Ia sampai investasi Rp 300 juta. Paling mahal untuk membuat green house. Dari yang semula iseng, suami Neni Kurnia itu sudah menggarap serius. Jadi lahan bisnis.

Kendati begitu, ia tetap menjalaninya dengan santai. Tidak terlalu menjadikannya sebagai ladang usaha. Lebih ke hobi. Tapi, saran Adi, ketika akan berbisnis, apapun bidang yang akan digeluti, kunci awalnya adalah berani mencoba dan konsisten. [Syaepul]

Komentari

komentar

Komentari

Komentari