Etalase

Sehari, Apip Bisa Membuat Dua Kuintal Kerupuk Mentah


initasik.com, etalase | Ribuan kerupuk mentah disimpan di atas papan kayu yang diberi alas khusus. Dijemur. Itu milik Apip Udin(35), warga Kampung Tarikolot, Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna.

Dalam sehari, Apip bisa membuat satu sampai dua kuintal kerupuk mentah. Harga perkilogramnya Rp 12.500. Pembelinya kebanyakan pemborong, untuk dipasarkan kembali. Bisa dibilang, ia bandar besarnya.

“Kebanyakan sih pembeli yang ke sini pemborong buat di masuk-masukin ke pasar. Tapi ngga jarang juga ada tetangga yang beli satu atau dua kilogram buat keperluan dagang seblak,” ujarnya.

Kata Apip, membuka usaha kerupuk itu gampang-gampang susah. Selain kendala modal yang lumayan besar apabila ingin menggunakan mesin, lahanpun harus luas. Namun, untuk proses pembuatan kerupuk ini cukup mudah, terlebih jika sudah memiliki alat pengaduk. Tak  perlu tenaga ekstra.

Menurutnya, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat kerupuk bawang di antaranya tepung terigu, bawang putih, bawang merah, ketumbar bubuk, merica bubuk,  kaldu ayam bubuk, soda kue, seledri, air, dan pewarna makanan.

Cara membuatnya cukup mudah. Campurkan semua bahannya ke mesin penggilingan, kemudian dimasukkan ke mesin pencetak kerupuk. Setelah itu tinggal dikeringkan.

“Mesin sih kendala paling utama. Di awal-awal untuk mesin molen saja saya pakai yang kapasitas 50 kilogram. Kalau untuk mesin pencetak bentuk kerupuk kalau tidak salah harganya Rp 30 jutaan. Tapi itu bisa mempersingkat waktu dan sumber daya manusia. Selain itu dalam sekali proses bisa menghasilkan jumlah yang banyak dan bentuk yang konsisten,” pungkasnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?