Peristiwa

Sehari, Rp 5 Miliar Dibakar untuk Rokok

Kabupaten Tasik | Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzahnul Ulum, mengajak masyarakat untuk tidak dan berhenti merokok. “Merokok adalah hak, tapi jangan sampai mengganggu orang lain,” ujarnya saat diwawancara usai melepas peserta jalan sehat dalam Hari Kesehatan Nasional ke-50 di lapang Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 12 November 2014.

Menurutnya, selain menggerogoti sendi ekonomi keluarga, merokok juga merusak kesehatan. Untuk itu, ia telah menginstruksikan kepada tiap dinas agar kantornya menjadi kawasan bebas asap rokok, dan membangun ruang khusus perokok.

Upaya lainnya, kata Uu, pihaknya sudah meminta kepada para guru agar memberi sanksi jika ada muridnya yang ketahuan merokok. “Kami sering mengedukasi masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan. Penyuluhan kepada para siswa dan santri pun dilakukan,” sebutnya.

Disinggung soal bagi hasil pajak rokok untuk kabupaten yang mencapai Rp 43 miliar, Uu mengaku tidak keberatan jika itu jadi berkurang. “Saya lebih baik tidak mendapatkan kompensasi pajak rokok, daripada masyarakat sakit gara-gara merokok,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Oki Zulkifli, menyebutkan, 500 ribu penduduk kabupaten adalah perokok aktif. Ia menghitung, kalau seorang menghabiskan satu bungkus rokok seharga Rp 10 ribu, maka dalam sehari uang yang dibakar untuk rokok mencapai Rp 5 miliar. initasik.com|sep

Komentari

komentar