Penjual Payung di Pasar Tasikmalaya, 1925 | Dok. Soekapoera Institute
Historia

Sejak Zaman Belanda, Pasar Tasikmalaya Terbesar di Priangan Timur

initasik.com, historia | Sebelum ibu kota Sukapura pindah pada 1901, di Tasikmalaya sudah terdapat pasar yang terletak di Jl. dr. Soekardjo. Pasar ini dikenal dengan sebutan Pasar Kolot. Pada 1912, Pemerintah Kolonial memindahkan dan membangun Pasar Tasikmalaya. Masyarakat Tasikmalayamengenalnya dengan sebutan Pasar Rel.

Itu karena pada masa kolonial Belanda, pasar tersebut dilewati oleh rel trem dalam kota yang menghubungkan kota dengan Stasion Tasikmalaya dan Jalur Kereta Singaparna. Sejak 1912 sampai 1926, Pemerintah kolonial Belanda membangun Pasar Tasikmalaya secara bertahap.

Sejak saat itu, Pasar Tasikmalaya merupakan yang paling besar di Priangan Timur. Berbagai

produk ekonomi diperdagangkan, mulai dari hasil pertanian, perikanan, kerajinan, dan kebutuhan masyarakat lainnya. Maka wajar, jika masyarakat Tasikmalaya sampai dengan dekade 60-an, mengenal sebutan pasar ini dengan nama Pasar Ageung.

Perdagangan barang dan jasa berkembang subur di kota Tasikmalaya selama empat dekade awal pembetukan kota Tasikmalaya. Periode ini adalah massa paling penting dalam pembentukan jantung perekonomian kota Tasikmalaya.

Itu menandakan gairah iklim usaha perdagangan barang dan jasa di Tasikmalaya. Tahun 20 sampai dengan tahun 40-an, adalah periode perkembangan yang paling pesat. Peninggalan sejarah perkembangan pusat ekonomi ini sangat dirasakan masyarakat Tasikmalaya sampai hari ini. [Sumber: Sejarah Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, Soekapoera Institute]