Jay | initasik.com
Informasi

Sekali Proses, Biaya Hapus Tato Seukuran KTP Mencapai Rp 2 Juta

initasik.com, informasi | Pandangan Agus David menerawang. Sembari duduk bersila, warga Pangandaran itu menatap kosong atap masjid. Entah apa yang sedang di pikirkannya. Romannya mengguratkan kecemasan.

Ternyata ia khawatir tidak bisa ikut program hapus tato gratis yang digelar Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) bersama Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS) dan Sahabat Hijrah Tasikmalaya (Sahati), di lantai dua Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad, 25 Februari 2018.

Agus mengaku tidak terlalu hafal Alquran Surat Ar Rahman yang menjadi salah satu syarat mengikuti acara tersebut. Syarat lainnya, seperti surat keterangan bebas HIV, hepatitis, dan diabetes ia punya.

Setelah melewati proses administratif, Agus lulus. Ia boleh mengikuti acara. Pria berusia 40 tahun mengaku punya tato di hampir semua bagian tubuh. Mulai ditato sejak 1992. “Dulu pernah dihapus pakai setrika, tapi hasilnya tidak bagus. Panas pula. Sekarang ada hapus tato dengan laser tanpa biaya. Alhamdulillah. Ini mungkin jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala buat saya,” tuturnya di sela acara.

Agus adalah satu dari 20 orang yang mengikuti acara tersebut. Semuanya ada sekitar 110 orang yang mendaftar, namun untuk gelombang pertama hanya 20 orang. “Peserta yang tidak masuk kuota hari ini akan dimasukkan pada aksi bulan berikutnya. Insya Allah akan dilaksanakan tiap bulan, karena yang tahap pertamapun tidak akan langsung terhapus,” ujar Ketua ALMUMTAZ, Abu Hilmi Afwan.

Menurutnya, aksi tersebut digelar untuk memfasilitasi kaum muslimin yang ingin hijrah dan total menjalankan syariat Islam. “Islam melarang seorang muslim menato tubuhnya. Itu sama dengan mengubah fitrah yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tandasnya.

Aktivis KODAS, Rifki Saeful Rohman, menjelaskan, kendati gratis, program hapus tato tetap menjungjung prosedur standar, seperti harus ada keterangan bebas HIV dan lainnya. “Kalau harus hafal surat Ar Rahman, itu karena kita ingin melihat keseriusan peserta dalam berhijrah,” ujarnya.

Sebelum dilaser, tato yang ada di badan diolesi krim anestesi, kemudian ditutup plastik tipis dan dibiarkan selama 30 menit sampai 1 jam. Setelah itu, barulah dilaser. Kendati menggunakan laser, tato tidak bisa dihapus dalam sekali proses. Minimal empat kali.

Menurutnya, kalau di klinik berbayar, hapus tato menggunakan laser biayanya Rp 200 ribu per centimeter. Ia mencontohkan, untuk gambar tato seukuran KTP alias kartu tanda penduduk biayanya bisa mencapai Rp 2 juta. Itu untuk sekali proses. Kalau minimal empat kali, berarti harus merogoh kocek sampai Rp 8 juta. [Jay/Eri]

 

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?