Abdul Kodir | Jay/initasik.com
Birokrasi

Sekda Kabupaten Tasik Bantah Ucapkan Kata Provokator

initasik.com, birokrasi | Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir, mengaku tidak pernah mengucapkan kata provokator kepada siapapun terkait pembangunan Bendungan Leuwikeris di Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya tidak pernah menyebut kata provokator. Itu ulah redaktur koran,” tandasnya, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 10 Agustus 2017.

Ia menegaskan, Pemkab Tasikmalaya berada di pihak warga yang merasa dirugikan oleh pembangunan bendungan tersebut. “Namun, kalau soal harga tanah, kami tidak tahu. Itu ada di tim appraisal. Kenapa harga di Kabupaten Tasik dan Ciamis berbeda? Kami tidak punya data itu. Tapi saya mendukung warga untuk memperjuangkan haknya,” paparnya.

Disinggung apakah ia akan menuntut surat kabar yang salah menulis tentang pernyataan dirinya, Kodir geleng kepala. Ia tidak akan menuntut, namun meminta agar ke depannya tidak diulangi lagi.

Baca juga: Sekda Dituntut Mundur, Bupati Tasik akan Panggil Pihak Terkait Bendungan Leuwikeris

Gara-gara berita yang salah itu, warga yang terdampak pembuatan bendungan tersebut tersulut emosinya. Rabu, 9 Agustus 2017, kemarin mereka berunjuk rasa ke kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya dan menuntut Abdul Kodir mundur dari jabatannya.

“Jadi sekda itu duduk di pemerintahan bekerja untuk siapa? Masa keinginan atau aspirasi masyarakatnya disebut aksi oleh provokator. Saya provokatornya? Makanya lebih baik mundur saja,” ujar koordinator aksi, Evi Hilman, saat itu. [Jay/Kus]