Dok. Pribadi
Edukasi

Self Learning Institute; Merekonstruksi Hubungan Manusia dengan Alam

initasik.com, edukasi | Belajar tanpa sekat ruang dan tanpa paksaan menjadi muatan utama Self Learning Institute dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan di alam, tepatnya, di Curug Cimedang, Malaganti, Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya.

Muhammad Irvan Efrizal, pendiri Self Learning Institute, mengatakan, konsep pembelajaran dibangun untuk menumbuhkan kesadaran setiap peserta didik. Salah satunya dengan kegiatan hening, sehingga jiwa dan raga peserta didik bisa hadir.

“Di sini tempat belajar bagi mereka yang memiliki potensi dan latar belakang berbeda. Ini bukan pendidikan formal. Kurikulum kita sangat fleksibel, mulai untuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Ibu-ibu dan bapak-bapaknya pun bisa belajar di tempat ini,” kata Efrizal, di sela aktivitasnya.

Menurutnya, ruang ini dibuat untuk memberikan kesempatan kepada siapapun yang ingin berinteraksi lebih dalam dengan alam, mengolah kembali jiwa untuk menemukan kesejatian, mengoneksikan kembali jasad dengan rohaninya, sehingga terbentuk generasi hijau.

“Kenapa hijau, karena hijau adalah lambang keindahan. Hijau adalah sebuah warna menyejukkan, dan menyimbolkan alam. Mereka yang ikut berpendidikan di sini diharapkan menjadi generasi yang segar, fresh yang bisa berbuat lebih baik di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Manusia saat ini, lanjut dia, tidak memiliki kesempatan untuk merenung dan sadar. Banyak kehilangan waktu untuk melakukan kegiatan produktif, yang disebabkan mengurusuh hal-hal yang sebenarnya bisa dikurangi penggunaanya.

“Dunia kita hari ini sudah berisik, ramai, sehingga kita lupa bahwa setiap nafas itu berharga, setiap detak jantung berharga, dan setiap yang kita makan atau gunakan semuanya itu diambil dari sumber daya alam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Self Learning Institute berusaha merekontruksi kembali hubungan manusia dengan alam yang seolah terpisah.  “Kami mengajak untuk mengubah pola hidup yang awalnya tidak peduli dan antipati terhadap keadaan alam dengan mengubah perilaku dari hal kecil. Merekontruksi kembali pola pikir kita,” ungkapnya.

Self Learning Institute didirikan untuk melahirkan generasi andal yang mampu memiliki keterampilan dan kualitas intelektual yang tinggi. Bukan pula hanya berbicara lingkungan, tapi sejarah dan kebudayaan, kearifan lokal, serta yang paling penting menghubungkan diri dengan Tuhan pencipta alam. Perjalanan spiritual. Sedangkan untuk proses pendekatannya ada sekolah gunung, alam, dan sungai.

“Bisa belajar di sini dari pagi sampai sore. Kalau ingin lebih efektif, ya menginap. Di sini kita sediakan rumah singgah. Kalau banyak, kita siapkan tenda-tenda,” pungkasnya. [Millah]