Peristiwa

Semangat Cucum Jualan Mi Ayam di Roda Dorong

Kota Tasik | Di satu sisi, semangat usaha ibu berputra satu ini patut diacungi jempol. Menguras tenaga mendorong roda, memeras keringat melawan panas. Keliling sejauh berkilo-kilometer untuk jualan mi ayam, melayani pesanan pelanggan.

Namanya Cucum Sumiati, 41 tahun. Warga Kampung Kabandungan, Desa Pakalongan, Kecamatan Sodonghilir, yang kini mengontrak rumah di Cimuncang, itu sudah delapan tahun jualan mi ayam. Setiap hari, kecuali Jumat, ia mendorong roda, mulai Cimuncang – Mancagar – Gunung Batu – Jl. Ir. H. Juanda, Kota Tasikmalaya.

Seueur nu miwarang mangkal, tapi alim. Seneng keneh nguriling,” ucap istri Aa Nasuwarna dan ibu dari Suhardiman itu kepada initasik.com, saat menunggu pembeli melahap mi ayam buatannya, di dekat Perum Bumi Resik Panglayungan, Selasa, 15 Desember 2015.

Perempuan yang akrab disapa bibi oleh pelanggannya itu mengaku, semula memilih jualan mi ayam untuk membantu suami mengubah nasib keluarga. Awalnya sempat canggung, tapi lama kelamaan malah jadi senang berdagang. Meski rodanya sempat dua kali jatuh hingga botol saus dan beberapa mangkuknya hancur, itu tidak membuatnya kapok. Cucum jualan lagi.

Kini, perjuangannya sudah menampakkan hasil. Dalam sehari, ia rata-rata habis menjual 60 mangkuk mi ayam. Satu mangkuknya Rp 6.000. “Kapungkur mah waktos ngawitan icalan, ngical teh mung Rp 2.500,” sebutnya. “Sami wae ari bati mah, pan ayeuna pangaos bahan marajeung.”

Usahanya pun berkembang. Selain ia dan suaminya, ada dua pedagang lagi yang jadi pekerjanya. “Ayeuna mah pami calik di bumi teh kesel. Pan murangkalih di Sodong sareng ninina. Pami teu icalan teh di bumi teu aya damel,” jawabnya ketika ditanya kenapa tidak berhenti jualan setelah punya dua orang pedagang. initasik.com|shan

Komentari

komentar