Sorot

Semua Pengguna Jalan Minta Jalur Taman Kota Dikembalikan ke Semula

initasik.com, peristiwa | Sejak awal, rekayasa lalu lintas di jalur taman kota Kota Tasikmalaya menuai polemik. Alih-alih membuat nyaman, malah sering menyebabkan kemacetan. Sebentar lagi Ramadan. Di waktu ngabuburit, di titik itu pasti bakal terjadi penumpukan kendaraan.

Untuk itu, para pengguna jalan meminta pemerintah segera mengembalikan jalur seperti sedia kala. Dari semua orang yang diwawancara initasik.com, jawabannya satu suara; kembalikan ke semula.

Anung, pengendara mobil pick up yang setiap harinya mengantarkan barang ke salah satu toko elektronik di Cihideung, mengutarakan kekesalannya. “Ini gara-gara pengalihan jalur, Kang. Tidak nyaman. Kita minta dibalikin seperti dulu,” tandasnya.

Novi, pengendara motor, mengeluhkan hal yang sama. “Macetnya sih gak terlalu lama, tapi tetap saja bikin kesal. Lebih enakan jalur yang dulu,” ucapnya.

Para pengunjung taman kota pun menyatakan ketidaksetujuannya pada rekayasa jalur itu. “Jadi sering macet. Berisik. Banyak suara klakson,” keluh Rida.

“Pasti tidak setuju. Soalnya jadi sering macet. Mendingan seperti dulu. Jalannya lebih besar dan gak harus muter,” timpal Lukman, pengunjung lainnya.

Gustam, sopir angkot 02, juga menyayangkan kebijakan Pemkot Tasikmalaya yang merugikan masyarakat. Ia mengaku sering dibuat pusing dengan rekayasa lalu lintas itu. Sangat tidak nyaman. Harus berputar dan sering terjebak macet.

Para penarik becak pun kena dampaknya. Dodo, misalnya. Penarik becak yang biasa mangkal di dekat lampu stopan Masjid Agung itu mengaku penghasilannya jadi drastis setelah pengalihan jalur. “Dalam sehari paling hanya narik satu atau dua kali saja. Penumpang angkot yang dulu turun di sini, sekarang memilih turun di Hazet,” sesalnya.

Anwar, penarik becak lainnya, mengatakan, ia dan rekan-rekannya sangat bergantung kepada penumpang angkot yang akan pergi ke pusat perbelanjaan di Hazet. Biasanya mereka turun di dekat Gedung Dakwah. Lalu naik becak ke tujuan. “Kalau penumpang angkot tidak lagi turun di sini, ya tidak ada penumpang yang bisa kita tarik,” tandasnya. [Feri]