Ekbis

Semula Iseng, Tata Hasilkan Jutaan Rupiah dari Topi Jaring

initasik.com, ekbis | Awalnya iseng, Tata Suryaman akhirnya serius menggarap usaha membuat topi trucker atau topi jaring yang diberi tulisan macam-macam dan cederung nyeleneh. Ada juga yang bermuatan kritikan sosial.

Pembeli mau topinya ditulisi apa saja bebas. Pasti dilayani. Desain dan warna topi tinggal pilih. Sablonannya pun macam- macam. Mulai sablonan biasa, poliflex, dan glow in the dark. Warga Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, itu sudah sekitar dua tahun membuka usahanya tersebut. “Awalnya coba-coba, eh banyak juga peminatnya,” ujarnya.

Kamar seluas sekitar 4 x 4 meter miliknya diubah menjadi tempat usaha. Awalnya, ia membuka usaha cutting stiker yang diberi nama Rapinggu Cutting stiker. Namun kini usahanya itu bertambah dengan usaha topi trucker.

Harga untuk sebuah topi trucker ini variatif, mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu. Tergantung bahan sablon yang digunakan. Biasanya Tata memasarkan produknya melalui sistem online, memikat konsumen dengan desain topi yang menarik.

“Pesan, dikerjakan. Besoknya bisa diambil. Kadang kalau lagi sepi, hari ini juga bisa langsung jadi,” ucapnya.

Ia menyebutkan, topi trucker yang paling banyak diminati adalah uang disablon glow in the dark, karena sablonan tipe ini memiliki keistimewaan sesuai dengan namanya yaitu menyala dalam gelap.

Usahanya itu bisa memberikan untung kepada Tata sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulannya. Untuk bahan baku, ia biasanya membeli topi polos dan bahan cat sablon saja. Namanya usaha, selalu saja ada kendala. Begitupun Tata.

“Kalau sablonannya kurang bagus, mudah terkelupas. Ada juga konsumen yang pesan dan sudah dibuatkan topinya, tapi tidak diambil-ambil,” imbuhnya. [Eri]