Peristiwa

Sengkarut Hibah Tanah SDN Mekarwangi

initasik.com, peristiwa | Status tanah SDN Mekarwangi, Leuwiliang, Kawalu, Kota Tasikmalaya, digugat. Keluarga penghibah tanah menagih bayaran yang belum lunas. Sempat terjadi aksi penggembokan pintu gerbang sekolah, Selasa, 2 Januari 2018. Ratusan siswa yang hendak belajar terpaksa pulang lagi. Sekarang, aktivitas belajar mengajar sudah kembali normal.

Saat dikonfirmasi, Rabu, 3 Januari 2018, salah seorang guru yang enggan ditulis namanya, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebutkan hal tersebut sudah terjadi untuk yang kedua kalinya. Yang pertama pada 2016. Alasannya sama. Mempertanyakan uang tanah yang belum dibayar.

Ia menceritakan, usai Gunung Galunggung meletus, setelah aparatur pemerintahan setempat bersama tokoh masyarakat berembug, sepakat untuk memindahkan sekolah. Salah seorang warga berniat menghibahkan tanahnya seluas 50 bata untuk dibangun sekolah.

Syaratnya, anaknya bekerja di sekolah tersebut dan diangkat jadi PNS. Sepakat. Lantaran luasnya masih kurang, ditambah lagi 50 bata. Itu dibeli dengan cara dicicil. Swadaya. Tak ada masalah.

Namun, setelah anaknya itu pensiun sekitar tiga tahun lalu, masalah mulai muncul. Pihak keluarga menagih sisa utang yang belum dibayar. Lantaran hasratnya tidak terpenuhi, pada 2016 gerbang sekolah digembok.

“Yang saya kecewakan itu kenapa baru sekarang dipermasalahkan? Kenapa tidak dari dulu saat ia masih jadi PNS di sini?” tutur salah seorang guru wanita dengan nada tinggi. Tangannya mengetuk-ngetuk meja hingga telepon selulernya jatuh ke lantai.

Aang Sutawijaya, tokoh masyarakat yang mengetahui proses jual beli tanah itu, mengatakan, persoalan tersebut muncul lantaran tidak ada bukti transaksi apapun. “Dasar masalahna mah teu aya seseratanana. Lamun aya eta mah bakal jelas. Anu tos masuk sabaraha, cicilanna sabaraha, nu dihibahkeunna di belah mana, pasti moal dugi kieu,” ujarnya.

Dikonfirmasi ke pihak keluarga, salah seorang anak penghibah tanah, Ade Heni, menyebutkan penggembokan itu dilakukan oleh kakaknya lantaran geram utang beli tanah belum juga dilunasi. Saat ditanya rincian, Ade geleng kepala. Menurutnya, persoalan itu sedang diselesaikan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. [Dan]