sengkarut iuran bantuan motor puskesmas
Peristiwa

Sengkarut Iuran Bantuan Motor Puskesmas

Kabupaten | Bantuan sekitar 153 motor untuk puskesmas pembantu se-Kabupaten Tasikmalaya yang dibagikan 2014 kemarin, berbuntut panjang. Penyebabnya, tiap penerima bantuan harus menyetor iuran Rp 600 ribu.

Kini, kasus tersebut sedang ditangani Kejari Singaparna. Kepala Kejaksaan Negeri Singaparna, Alexander Royland, mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bahan-bahan dan bukti kuat agar bisa mengungkap kasus tersebut. “Kasih waktu saya sebulan untuk mengungkap ini,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu, 15 April 2015.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Oky Zulkifli, menegaskan, pihaknya tidak pernah memerintahkan untuk memungut uang tersebut kepada sejumlah perawat. Yang ia tahu, iuran Rp 600 ribu itu merupakan kesepakatan Forum Komunikasi Perawat Desa (FKPD).

Sementara itu, Ketua FKPD Andrie Alamsyah, membenarkan soal iuran tersebut. Ia menjelaskan, uang Rp 600 ribu itu dibagi tiga, yaitu Rp 200 ribu untuk FKPD selama satu tahun, pembangunan gedung PPNI Rp 200 ribu, dan jasa pengamanan Satpol PP serta Satpam selama kendaraan tersebut disimpan di Dinkes sebesar Rp 200 ribu.

Namun, pernyataan itu disanggah Kasie PPNS Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, Koswara. Pihaknya mengaku tidak pernah menerima uang iuran tersebut. Bahkan ia sudah memeriksa semua anggotanya, dan semua mengaku tidak menerima.

Menurutnya, ia akan segera memangil Sekretaris Dinkes untuk dimintai keterangannya. “Minggu depan insha Allah kita akan periksa Sekdinkes selaku Pajabat Pelaksana Teknis Kegiatan, termasuk ketua forum perawat desanya,” ujarnya. initasik.com|zm