Ekbis

Sentra Kerajinan Rajapolah Tetap Merana Meski di Suasana Hari Raya


initasik.com, ekbis | Suasana Hari Raya Idul Fitri selalu memberikan kebahagiaan bagi siapa saja, termasuk para pedagang. Hampir semua pedagang, apapun yang dijualnya, biasa kebagian berkahnya. Namun, hal itu tidak dirasa pedagang kerajinan di sentra kerajinan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Mereka merana. Penjualan sepi.

Ade, salah seorang penjual kerajinan, mengatakan, sepinya penjualan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini. Lebaran atau bukan sama saja. Sama-sama sepi pembeli. Ia harus berpikir kreatif agar bisa menjual barangnya. Misalnya membuat sebuah parsel beralaskan keranjang.

“Saya sudah pusing bagaimana caranya menjual barang-barang ini. Tidak ada yang beli. Akhirnya dibikin parsel saja,” ujarnya kesal.

Menurutnya, kondisi penjualan jauh berbeda dibanding dengan sepuluh tahun lalu. Waktu itu, sentra kerajinan Rajapolah jadi target belanja para pelancong dalam mencari berbagai macam kerajinan. Sekarang tidak lagi. “Kadang pendapatan dalam sehari juga tidak cukup buat makan,” sebutnya.

Sepinya sentra kerajinan Rajapolah salah satunya disebabkan keberadaan jalan layang yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis. Para wisatawan yang akan ke Pangandaran, misalnya, lebih memilih jalan layang itu, ketimbang lewat Kota Tasikmalaya. Alhasil, sentra kerajinan Rajapolah tidak terlewati.

Wawan, pedagang yang sudah berjualan selama puluhan tahun di sentra kerajinan Rajapolah, menyebutkan, sejak ada jembatan layang tersebut, omzet penjualannya menurun drastis. Sepi transaksi. Jauh berbeda saat masih satu jalur; Bandung-Ciamis lewat Tasik.

Kini, mereka mengaku khawatir dengan rencana pembangunan jalan tol Cileunyi-Tasikmalaya, karena jalan yang tembus ke Banjar-Pangandaran itu disebut-sebut akan melintasi Rajapolah. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?