Etalase

Sentral Peuyeum Jamanis, Lain Dulu Lain Sekarang

initasik.com, etalase | Sentral peuyeum, alias tape, sudah melekat dengan Jamanis. Lokasinya berada di Kampung Sukamulya, Desa Sindangreja, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Saking melekatnya, tiap menyebut nama Jamanis, yang terlintas di benak pasti peuyeum.

Sekarang pamornya mulai meredup. Kudapan berbahan dasar singkong yang difermentasi itu mulai kalah sohor oleh makanan lain. Penjualannya pun menurun, terlebih saingannya sudah banyak. Yang jual tape bukan hanya di Sentral Peuyeum.

Erwin Alwi, 63 tahun, pengelola Sentral Peuyeum, mengatakan, dalam dua hari dirinya bisa menjual satu kuintal setengah tape. Tapi, itu dulu. Sekarang, dalam satu kuintal itu baru habis dalam dua minggu. “Sekarang banyak yang membuat juga. Banyak saingan,” sebutnya.

Ia mengatakan, di masa jayanya, Sentral Peuyeum jadi buruan masyarakat untuk dijadikan oleh-oleh. Hampir 90 persen konsumen tape singgah ke tempatnya, apalagi di musim arus budik-balik.

Ditanya soal omzet, ia geleng-geleng kepala. Menurutnya, dulu dan sekarang jauh berbeda. Di tahun 90-an, dalam sebulan bisa dapat puluhan juta rupiah. Tapi kini, hanya di kisaran enam juta rupiah. Itupun jika sedang ramai pengendara, seperti waktu lebaran. [Eri]