Peristiwa

Sepuluh Tahun Jabat Wakil Wali Kota, Dede Sudrajat Akhirnya Merasakan Jadi Inspektur Upacara

initasik.com, peristiwa | Dede Sudrajat sudah menjabat wakil Wali Kota Tasikmalaya hampir sepuluh tahun dengan dua wali kota berbeda. Di periode pertama, ia mendampingi Syarif Hidayat. Periode selanjutnya bersama Budi Budiman. Jabatannya itu akan berakhir sekitar November 2017.

Selama hampir sepuluh tahun menjabat wakil wali Kota Tasikmalaya, baru tahun ini ia ditunjuk menjadi inspektur upacara Kemerdekaan Republik Indonesia. Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, tidak bisa jadi inspektur, karena memilih menghadiri upacara di Istana Kepresidenan, Jakarta. Putra kelimanya menjadi salah satu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

“Secara mental saya sudah siap dari dulu. tapi memang baru kali ini jadi inspektur upacara, meski setiap tahun saya mengikuti HUT RI,” ujar Dede Sudrajat usai upacara di Lapang Dadaha, Kamis, 17 Agustus 2017.

Menurutnya, pendelegasian itu sudah sesuai dengan Undang-Undang, dan ia siap kapanpun kalau dibutuhkan seperti itu. “Sesungguhnya tugas wali kota itu lebih kepada pengawalan dan pengendalian kebijakan. Secara pribadi wali kota ada janji dengan saya. Wali kota tahu itu. Saya harus profesional. Silakan nilai sendiri apakah wali kota profesional atau tidak,” tuturnya.

Disinggung aktivitas jelang akhir masa jabatannya, ia ingin meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar selalu dicukupi segala kebutuhan. Mengutip ayat Alquran, ia mengatakan, siapa yang bertakwa kepada Allah maka ia akan diberikan jalan keluar dari jalan yang tidak ia sangka-sangka.

“Saya tetap akan memberikan pengabdian kepada masyarakat, meski tidak lagi menjabat wakil wali kota. Kemuliaan seseorang itu bukan karena jabatan atau harta, tapi dari ketakwaannya,” tandasnya.

Dalam sambutannya, ia mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, seperti berwirausaha, berkreasi, dan berinovasi dalam berbagai aspek kehidupan. Para era globalisasi sekarang ini, Indonesia dihadapkan pada persaingan bebas yang menimbulkan implikasi luas.

Indonesia menjadi target pasar luar negeri. “Saya mengajak masyarakat untuk senantiasa menggunankan produk dalam negeri, khususnya produk Kota Tasikmalaya,” pintanya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?