Inspirasi

Seribu Rupiah Bisa Beli Tanah Pemakaman dan Mobil

Kabupaten | Bagi orang kebanyakan, uang seribu rupiah tidak terlalu berharga. Kecil. Namun, di tangan warga RW 05 Kudang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, uang seribu perak jadi punya nilai lebih. Dari seribu rupiah, mereka bisa membeli tanah pemakaman dan satu unit mobil.

Bagaimana ceritanya?

Ketua RW 05, Aos Supardi (68), menjelaskan, sejak April 2012, sebanyak 70 kepala keluarga di RW-nya sepakat untuk menabung seribu rupiah sehari. Aos bertugas menghimpun tabungan itu. Ada yang bayarnya mingguan, ada juga yang bulanan. “Kalau yang bayarnya bulanan itu kaum gaji. Yang mingguan wiraswasta,” sebutnya, dalam satu kesempatan.

Tak terasa, waktu sudah berjalan tiga tahun. Pada Maret 2015 kemarin, uang yang sudah terkumpul ada Rp 45 juta. Luar biasa. Padahal asalnya seribu perak. Dengan kesadaran bersama dan istiqomah menyisihkan uang setiap hari, warga bisa mengumpulkan puluhan juta rupiah. Mimpi mempunyai mobil sosial pun akhirnya terwujud. Mobil Mazda e2000 keluaran 1997 kini terparkir di garasi.

Asep Suprayogi, bendahara RW 05, menambahkan, mobil itu boleh digunakan oleh semua warga setempat, tanpa terkecuali. Selama untuk kepentingan sosial, silakan pakai. Gratis. Uang operasional ditanggung kas. “Kalau untuk yang sifatnya pribadi lain lagi. Bensin dan sopirnya silakan ditanggung sendiri. Ada uang sewa sewajarnya. Itu untuk kas,” terangnya.

Ia menambahkan, sebelum membeli mobil, dengan cara yang sama: menabung sehari seribu, warga RW 05 membeli tanah pemakaman seluas 60 bata di daerah Jinten, Cintaraja. “Sampai sekarang, nabung sehari seribu itu masih berjalan. Kami ingin membenteng tanah pemakaman,” ungkap Asep. initasik.com|shan

Komentari

komentar