Peristiwa

Sering Mengamuk, Entis Dipasung Selama 15 Tahun

Kabupaten Tasik | Sebuah balok kayu yang dipaku kiri-kanan membentang di atas perut Entis, warga Gunung Kadu 02/02, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Balok itu telah menahan Entis berhubungan dengan dunia luar selama 15 tahun. Entis dipasung.
Ara Suhara, ibunda Entis, menuturkan, anak sulungnya itu terpaksa dipasung, karena karena sering meresahkan warga dan mengamuk sendiri. “Isin ku tatanggi, sok inggis ngaresahkeun,” ujarnya kepada media, Rabu, 20 Januari 2016.

Ia  menjelaskan, sebelumnya kehidupan Entis normal-normal saja. Namun, sejak tangannya digigit ular, perilakunya berubah drastis. Ia sering melamun dan menganggu orang lain, sehingga dihentikan dari sekolahnya sejak kelas 1 SD.

Selama dipasung, Ara yang memandikan dan memberi makan Entis. “Kahoyong mah enggal damang. Tapi kedah kamana abdi ngabantun pun anak, jabi teu gaduh biaya. Kanggo tuang sadidinteun ge sok rajeun nyunghunkeun we ka wargi atanapi ka tatanggi nu caket,” tutur Ara sambil menyeka airmatanya.

Ketua RT setempat, Ida Leo, mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengajukan bantuan kepada desa dan kecamatan, namun hingga saat ini tak pernah digubris. “Kami sudah berupaya untuk meminta bantuan, minimal terapi kesehatan dan bantuan logistik untuk Entis, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” tandasnya. initasik.com|dzm

Komentari

komentar