Didampingi Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (ketiga dari kanan) dan Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda KH Abdul Aziz Affandi, Jenderal Gatot melaksanakan salat dengan pakaian basah | Jay/initasik.com
Peristiwa

Setelah Salat Magrib di Bawah Guyuran Hujan, Panglima TNI Berpidato Diiringi Pekik Takbir


initasik.com, peristiwa | Safari Ramadan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, ke Kota Tasikmalaya, Rabu, 21 Juni 2017, disambut hujan deras. Sekitar satu jam menjelang Magrib, lapang Brigif 13/1 Kostrad diguyur hujan.

Para hadirin yang menunggu kedatangan panglima TNI terpaksa membubarkan diri. Beberapa prajurit serta santri bertahan dengan dipayungi sajadah panjang dan terpal. Lima menit jelang azan, sang jenderal dan rombongan datang. Hadirin yang sebelumnya berteduh, sudah kembali ke lapang. Hujan masih mengguyur.

Azan berkumandang. Salat Magrib pun dilakukan di bawah guyuran hujan deras. Didampingi Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda KH Abdul Aziz Affandi, Jenderal Gatot melaksanakan salat dengan pakaian basah.

Usai salat, panglima TNI langsung naik panggung. Pekik takbir bersahutan mengiringi pidato sang jenderal. “Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan, umat Islam punya jasa sangat besar dalam memerdekakan republik ini. Yang menjadi panglima perang dalam pertempuran 10 November di Surabaya adalah seorang kiai dari Jawa Barat, yaitu Kiai Abbas dari pesantren Buntet Cirebon,” tutur Gatot disambut takbir.

Ia pun menyebutkan, yang membunuh Brigadir Jenderal Belanda Mallaby bukan TNI, tapi santri. Begitu juga yang merobek bendera Belanda menjadi merah putih adalah santri. “Kemudian saya ingatkan, Pancasila adalah hadiah dari Islam untuk Indonesia. Jadi, tidak mungkin ulama akan merusak kebhinnekaan dan mengganti Pancasila. Kepada para prajurit, di manapun bertugas, saya ingatkan harus selalu bersama dengan para ulama,” paparnya yang lagi-lagi disambut takbir.

Di akhir pidatonya, Gator berterima kasih kepada masyarakat yang senantiasa menjaga keutuhan bangsa. “Kita berdoa, semoga kebersamaan antara TNI dengan rakyat selalu langgeng, dan kita bisa menjaga Indonesia tetap kokoh,” harapnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?