Ilustrasi | Jay/initasik.com
Peristiwa

Setelah SMA Dikelola Provinsi, Siswa Malah Bayar Iuran Bulanan

initasik.com, peristiwa | Setelah SMA dikelola provinsi, para siswa malah diharuskan membayar iuran bulanan. Sebelumnya tidak ada. Gratis. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Achdiat Siswandi, mempertanyakan janji gubernur Jawa Barat soal alih kelola oleh provinsi.

“Waktu sekolah tingkat SMA masih kewenangan kota, tidak ada pungutan iuran bulanan. Sekolah gratis. Sekarang, setelah dikelola provinsi, malah ada iuran. Saya mempertanyakan janji gubernur yang mengatakan tidak akan ada bayaran meski SMA dikelola provinsi,” tuturnya, Senin, 18 September 2017.

Menurutnya, buat apa SMA dikelola oleh provinsi bila ternyata menambah beban masyarakat? Ia menilainya itu sebuah kemunduran. “Seharusnya gubernur bisa mengendalikan itu. Harusnya dengan alih kelola lebih meringankan masyarakat. Waktu dikelola daerah justru gratis,” tandasnya.

Terpisah, Humas SMAN 2 Tasikmalaya, Nanang Setiawan, mengatakan, dasar dari penarikan iuran bulanan itu adalah peraturan gubernur. Dalam peraturan tersebut ada beberapa item yang memperbolehkan pungutan kepada siswa, salah satunya iuran bulanan.

“Itu untuk menutupi kebutuhan sekolah. Setahu saya, SMA-SMA negeri di Kota Tasikmalaya besaran iurannya sama. Rata-rata tiap siswa Rp 50 ribu per bulan. Berlakunya mulai tahun ajaran sekarang. Dan itu sudah dibicarakan dengan seluruh orangtua siswa,” paparnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?