Inspirasi

Si “Penari Langit” Buat Terang

Kabupaten | Tubuhnya ramping. Semampai. Putih. Namanya Penari Langit. Begitulah tim Lentera Angin Nusantara (LAN) menyebutnya.

Itu sebutan untuk turbin angin yang dibuat sekumpulan anak muda yang sedang meneliti energi terbarukan (renewable energy). Sejak Januari 2012, mereka tengah fokus meneliti bahan energi alternatif di Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Dusun Kalihi, Sumba, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu tempat yang merasakan sentuhan si “Penari Langit”. Kini, perkampungan di sana tak lagi gelap. Rumah-rumah warga berubah terang. Sebanyak dua puluh turbin sudah beroperasi di sana sejak 2013. “Target kita pasang 100 unit. Sekarang baru 20 turbin yang terinstal,” ujar Renaldi, salah satu tim LAN, Rabu (21/5).

Ricky Elson, pembimbing LAN, menyebutkan, si “Penari Langit”, memiliki konstruksi dan model turbin angin yang tidak simetris. Ekornya pun dinamis. Kalau terkena angin, turbin tersebut akan menyesuaikan dengan kecepatan dan datangnya angin. “Itu akan membuat putaran baling-baling lebih maksimal,” ujarnya kepada initasik melalui sambungan teleon seluler.

Amalia Fajriyanti, peneliti lainnya, menambahkan, sampai saat ini LAN masih terus mengembangkan turbin angin yang lebih baik. Setiap kompenen inti terus disempurnakan agar performanya maksimal, tanpa menihilkan efisiensi.

Menurutnya, kendati si “Penari Langit” sudah dipakai di satu daerah, bukan berarti penelitian selesai. “Baling-baling, generator, ekor, dan controllernya kita teliti sampai mendapatkan desain dan hasil yang maksimal. Kita terus kembangkan agar lebih efisien,” tandasnya. initasik|ashani-usep

 

Komentari

komentar