Peristiwa

Siang Ditertibkan, Sore Mangkal Lagi

Kota Tasik | Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya, Asep MP, bersama 35 personelnya menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di depan Rumah Sakit dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Senin, 24 November 2014, siang.

Para PKL tidak diperbolehkan mangkal di jalur kiri dari arah Tentara Pelajar. Mereka hanya boleh jualan di jalur sebelah kanan. “Sebenarnya itu juga tetap salah. Siapapun tidak boleh menggunakan pinggir jalan untuk jualan. Tapi itu untuk sementara,” ujar Kasi Operasi dan Penindakan Satpol PP Kota Tasikmalaya, Andri Ikbal.

Berdasarkan catatan Satpol PP, sambungnya, PKL yang biasa jualan di sepanjang pintu masuk dan pintu keluar rumah sakit itu ada tujuh orang. Macam-macam. Ada yang jualan bubur ayam, gorengan, sampai buah-buahan. “Untuk memastikan mereka tidak kucing-kucingan dengan petugas, setiap hari kami akan patroli di sini,” tandasnya.

Aam Suryamah (60), pedagang bubur ayam, tampak berang lantaran dipindahkan. Ia uring-uringan karena tempat yang ia gunakan sementara pun tidak diizinkan pemilik rumah. “Abi ge sami mayar pajak, gaduh hak make jalan. Nu ditu teu kenging ku Satpol PP, di dieu dicaram kunu gaduh bumi. Kudu ka mana atuh? Maenya ka deket kamar mayit,” ujarnya kesal.

Namun, baru juga ditertibkan, para PKL sudah kembali ke tempat semula. Siang ditertibkan, sore mangkal lagi di tempat biasa. Malah, jumlahnya dua kali lipat dibanding catatan yang ada di Satpol PP. Ada 14 PKL di sepanjang trotoar depan rumah sakit. initasik.com|ashani

Komentari

komentar