Maze holes. Game buatan mahasiwa Teknik Unsil yang sudah ada di playstore
Komunitas

Sigade Studio Bukti Keseriusan Mahasiswa Teknik Unsil Membuat Game Online

initasik.com, komunitas | Mahasiswa Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Siliwangi (Unsil) punya garapan terprogram. Mereka sedang mengembangkan pembuatan game-game online. Untuk mewadahi itu, dibentuklah Siliwangi Game Developer (Sigade) Studio.

Wahyu Muhamad Rizqi, penanggung jawab Sigade Studio, mengatakan, sejak dibentuk pada 2014, komunitas itu telah banyak membuat game dan aplikasi. “Sekarang yang baru muncul itu game sahur,” sebut Wahyu.

Menurutnya, aplikasi game online yang mereka buat tidak asal-asalan. Ada muatan lokal yang diusung. Berkaitan dengan identitas kedaerahan. Misalnya game balap karung, game leuweung, dan aplikasi cass on delivery dan lain-lain. “Kita terus berpikir mendigitalkan hal-hal yang sudah ada di masyarakat. Aplikasi cass on delivery pernah diikutsertakan untuk perlombaan di UGM,” ujarnya.

Ia menceritakan, awal mendirikan komunitas tidak ada yang bisa membuat game. Tapi semua memiliki keinginan yang kuat untuk bisa. Terlebih kebanyakan orang hanya menjadi penikmat game, tidak beranjak menjadi pembuat game. Tiga bulan sejak Sigade Studio dibentuk, mereka bisa merilis game. Namanya maze holes. Itu sudah ada di playstore.

“Kita belajar otodidak. Belajar dari youtube. Cuma punya keinginan, dari situ baru kita mencari-cari bagaimana caranya membuat game,” katanya.

Ia meyakini, membuat game tidak bisa oleh sendiri. Memerlukan kerja sama dengan orang lain. Berbagi tugas. Ada yang bagian programer, desainer, alur cerita, serta musik dan levelnya. Selain memudahkan untuk membuatnya, juga menghemat waktu dalam pembuatan.

Cara pengajarannya pun bertahap. Minggu pertama belajar game desainer, yaitu bagaimana caranya membuat alur cerita dari game itu sendiri. Minggu kedua game artis; membuat model orang-orang serta benda yang ada dalam game. Minggu ketiga game programmer; bagaimana menerapkan supaya semuanya itu bisa jalan, bisa lompat, bisa lari. Minggu keempat sound komposing agar yang dibuat itu lebih hidup, ada suaranya, belajar membuat suara yang bagus buat di game.

“Diharapkan dalam jangka waktu sebulan itu sudah mampu membuat game. Sekarang Ada 45 mahasiswa yang aktif, sehingga dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompoknya harus menghasilkan sebuah game. Game tersebut sarat mendapatkan baju komunitas,” terangnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?