Dok. Hima Agroteknologi Kingdom
Edukasi

Sistem Tanam Konvensional Berbahan Kimia Bahaya


initasik.com, edukasi | Sistem tanam konvensional berbahan kimia dinilai mengandung bahaya bagi lingkungan dan tubuh. Kebiasaan para petani menggunakan pupuk atau pestisida kimia dalam dosis tinggi dan terus-menerus bakal menjadi ancaman serius di kemudian hari.

Direktur Sertifikasi Pertanian Organik INOFICE, Agus Kardinan, menjelaskan, pestisida kimia sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Di Brebes, misalnya, 75 persen anak terpapar pestisida kimia dari pertanian bawang.

Kendati begitu, sampai saat ini petani di Indonesia masih dominan bergantung pada bahan-bahan kimia. Bahkan, mereka yang beralih ke pertanian organik masih sangat sedikit. Jumlahnya hanya 0,14 persen. Dari jumlah sekecil itupun masih banyak yang terpapar bahan kimia pestisida.

Selain disebabkan polusi udara, butiran pestisida yang terbawa angin serta menguap melalui udara dan hujan, menjadi penyebab tanaman tetap terpapar pestisida. Meski demikian, migrasi pola pertanian berbahan kimia ke organik mesti dilakukan secara massal. “Diharapkan, perkembangan sistem tanam organik ini terus mengalami perkembangan yang baik,” tandas Agus di sela Agroteknologi Kingdom yang digelar Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Unsil, di Gedung Mandala, Kamis, 11 Mei 2017.

Menurutnya, saat ini Kementerian Pertanian menggalakkan 1.000 desa dengan sistem pertanian organik, mulai sektor pangan, hortikultura dan lainnya. Ditargetkan, semua harus tersertifikasi, meski di 2016 baru 100 sertifikat bagi desa organik di Indonesia.

“Mudah-mudahan target itu tercapai, sehingga masyarakat Indonesia selalu sehat dan tidak lagi mengonsumsi bahan makanan yang terpapar pestisida,” harapnya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?