Dok. initasik.com
Edukasi

Siswa di Kabupaten Tasik Diharuskan Ikut Pesantren Ramadan


initasik.com, edukasi | Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, menilai, pesantren Ramadan tahun-tahun kemarin belum berjalan sesuai yang diharapkan. Masih banyak siswa yang hanya mengaji di pagi hari, siang dan sorenya keluyuran, lalu pulang ke rumahnya.

“Bukan begitu yang saya inginkan. Seluruh siswa mondok di pesantren. Dari mulai sahur sampai tarawih di pesantren. Tidur juga di pesantren. Tidak mengapa hanya dua minggu juga, yang penting full time di pesantren,” tandas bupati, dalam satu kesempatan.

Untuk itu, di Ramadan sekarang harus lebih disempurnakan lagi segalanya. Mulai hari ketiga Ramadan, seluruh siswa masuk pesantren. “Tidak boleh di saat masantren pakai seragam sekolah atau bawa motor ke pesantren. Pokoknya harus jadi santri. Da kumaha atuda ka caina ngantri, kan santri. Kumaha geuningan tidurna berbantal sebelah lengan, kan santri,” paparnya.

Untuk menyukseskan itu, bupati akan menginstruksikan kepada dinas pendidikan supaya lebih tegas lagi kepada guru-guru. “Kalau tidak sesuai harapan, saya pasti akan memberikan sanksi,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, memastikan, pesantren Ramadan tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya. Mulai hari ketiga Ramadan, semua siswa SD sampai SMA masuk pesantren.

“Kalau di daerahnya tidak ada pesantren, pasti ada madrasah atau sekolah diniyah. Diupayakan ngobong di sana. termasuk gurunya. Instruksinya seperti itu. Untuk biayanya musyawarahkan dengan orangtua. Mulai tahun ini wajib mondok. Kalau ada sekolah yang tidak memasukkan anak-anaknya ke pesantren, ada sanksi,” beber Kundang. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari