Edukasi

Siswa Diniyah Asal Mangunreja Juara Lomba Cerdas Cermat Tingkat Jawa Barat

Kabupaten Tasik | Di penghujung 2016 kemarin, Lembaga Pendidikan Diniyah Takmiliyah Hidayatul Mubtadiin, Warung Cikopi, Desa Salebu, Mangunreja, mempersembahkan kado istimewanya kepada masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Putra-putri terbaiknya keluar sebagai juara lomba cerdas cermat dalam Pekan Olahraga Seni Antar Diniyah (Porsadin) tingkat Provinsi Jawa Barat Barat 2016. Mereka adalah Syifa Nurdiami (10), Hisnu Munawar (10), dan Rani Rahmawati (10).

Siswa-siswi kelas V itu dapat mengalahkan para pesaingnya yang berasal dari 25 daerah di Jawa Barat. Tiga tahapan lomba dilaluinya dengan nilai memuaskan, mulai dari penyisihan (1300 poin), semifinal (1300 poin), dan final (1250 poin).

Kemenangan itu membuat mereka menjadi delegasi Jawa Barat untuk tampil dalam ajang serupa di tingkat nasional. “Bangga,” ujar Syifa Nurdiami.

“Ternyata kita bisa,” timpal Husni Munawar.

“Saya terharu,” kata Rani.

Mereka tidak menyangka akan keluar sebagai juara. Padahal, menurut Syifa Nurdiami, para kompititornya itu hebat-hebat. Mereka grup terbaik dari daerahnya masing-masing. “Terasa mimpi, namun itu benar-benar terjadi,” tandasnya.

Meskipun mereka dihadapkan pada tugas selanjutnya untuk tampil di pentas nasional, ketiganya tidak merasa terbebani. Enjoy saja. Kebiasaannya pun tak berubah. Sepulang sekolah dasar mereka lanjut dengan sekolah diniyah, mengaji setelah maghrib,

Kedisiplinan

Sebuah prestasi tidak datang dengan sendirinya, begitupun yang  diraih siswa Diniyah Takmiliyah Hidayatul Mubtadiin.  Selain siswanya mumpuni dalam menyerap pembelajaran, tentunya dukungan dari luar mereka dapatkan, lingkungan belajar, keluarga dan lingkungan masyarakat dimana mereka berada .

Sudah terbiasa disiplin, setiap harinya kecuali hari libur, mereka cuma bisa istirahat beberapa menit setelah pulang sekolah, dan harus berangkat lagi untuk menuntut ilmu,

Disampaikan KH Dana Farid S.Pdi, ketua Yayasan Hidayatul Mubtadiin, di lembaganya, peraturan tidak sekadar harus ditaati oleh siswa, tetapi oleh semua komponen lembaga pendidikan, tidak terkecuali dirinya.

Disiplin merupakan kunci keberhasilan. Tanpa ada kedisipilinan, pendidikan tidak mungkin berhasil. Dalam merekrut tenaga pengajar yang diutamakannya adalah profesional dalam mengajar, sabar, tawakal, dan selalu bersyukur. “Sinergi semuanya mesti terjalin. Semua punya peran masing-masing dalam mendidik. Itu harus dipahami sebagai sebuah tanggung jawab bersama,” teganya. initasik.com|Ahmad

Komentari

komentar