Edukasi

Siswa SDN 5 Salawu Kepanasan Belajar di Tenda

initasik.com, peristiwa | Puluhan siswa SDN 5 Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, terpaksa belajar di bawah tenda, karena kelas yang biasa mereka gunakan rusak terkena dampak yang terjadi pada pertengahan Desember 2017.

Tiga ruang belajar di sekolah itu rusak, dua di antaranya rusak berat. Lantaran belum diperbaiki, sementara jadwal sekolah mulai aktif lagi setelah libur panjang, para siswa terpaksa belajar di tenda.

Saepudin, salah seorang guru SDN 5 Salawu, mengatakan, pada hari pertama masuk sekolah, Selasa, 2 Januari 2018, para siswa belajar di madrasah Al Hidayah. Namun, lantaran terkendala jarak dan berbenturan dengan jadwal diniyyah saat siang hari, guru memutuskan untuk mendirikan tenda.

Tenda itu milik SDN 1 Salawu. Pinjam pakai. Menurutnya, ada sekitar 38 murid yang terpaksa belajar di dalam tenda. Mereka adalah siswa kelas 3 dan kelas 5.

Rahmadini, siswi kelas 5, mengaku kepanasan belajar di dalam tenda. Jauh dari nyaman. Ia berharap agar kelas yang biasa dipakai belajar segera diperbaiki. “Enakan di kelas, di sini suhunya panas,” ujarnya.

Pengakuan serupa dilontarkan siswa lain, Fani Padilah. Selain panas dan tidak nyaman, belajar di tenda kesulitan dalam menulis. Tidak ada meja. Hanya beralasakan terpal. Ia pun berharap, sekolahnya segera direnovasi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Kartiwa, menyebutkan, pihaknya sudah mengusulkan bantuan untuk renovasi ke Kemendikbud.

“Semua sekolah yang terkena dampak gempa, untuk kategori rusak berat dan sedang telah diusulkan melalui kemendikbud,” ujarnya.

Saat ditanya soal bantuan dari Pemkab Tasikmalaya, ia menjawab, “Tanyakan saja pada BPBD.” [Dan]