Riad Jamil | Dok. Pribadi
Edukasi

SMA Aliyah Suryalaya; Turut Menyelamatkan Masa Depan Korban Narkoba

initasik.com, edukasi | Mendidik anak-anak yang berlatar belakang baik, apalagi punya kepintaran akademik dan nonakademik, bisa jadi biasa saja. Coba bayangkan, bagaimana jika harus mendidik mereka yang sebelumnya sempat terjerumus pada kubangan narkoba?

Itulah yang dilakukan lembaga-lembaga pendidikan di bawah Yayasan Serba Bakti Suryalaya, mulai tingkat SMP sampai perguruan tinggi. Begitupun di Madrasah Aliyah Suryalaya, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Dari jumlah murid sebanyak 290 orang, lima persen di antaranya bekas pengguna narkoba.

Kepala MA Suryala, Riad Jamil, menjelaskan, para peserta didiknya yang pernah menggunakan narkoba itu sebelumnya dibina dulu di inabah. Setelah bisa lepas dari jeratan barang haram itu, mereka diterima di sekolahnya.

“Masa depan mereka harus tetap kita selamatkan. Maka, kami membuka diri bagi siapa saja orangnya yang pernah terjerumus pada dunia narkoba. Bukan saja di Aliyah, tapi juga di semua lembaga pendidikan yang berada di Yayasan Serba Bakti Suryalaya,” tuturnya.

Kendati pernah bergaul dengan barang-barang memambukkan, mereka tetap berprestasi di sekolah. Nilainya bagus-bagus. Aktif juga di ekstrakurikuler. Mereka diperlakukan sama seperti pada siswa pada umumnya. Dimensi kognitif, psikomotorik, dan apektifnya diperhatikan.

“Justru ada tantangan tersendiri mendidik mereka itu. Mereka punya masa depan juga seperti anak-anak lainnya. Alhamdulillah, banyak lulusan aliyah yang masuk kepolisian, bahkan ada yang menjadi staf ahli menteri. Bangga tentunya melihat alumni menjadi seperti itu. Hebatnya, setelah sukses di dunia kerjanya masing-masing, mereka masih ingat almamater. Suka memberikan bantuan,” papar Riad.

Ia menyebutkan, kebanyakan dari mereka berasal dari luar Tasikmalaya. Ada yang dari Aceh, Kalimantan, Sumatera, Bandung, Tangerang, Bekasi, Surabaya dan daerah lainnya di seluruh Indonesia.

“Kita ingin membangun sekolah yang menjadi taman bermain. Sekolah yang menyenangkan bagi semuanya. Pada dasarnya, esensi pendidikan itu memberi tahu orang yang tidak tahu dan menyadarkan orang yang belum sadar,” tandasnya. [Jay]

Komentari

komentar