Edukasi

SMAN 2 Tasikmalaya Terapkan Sekolah Lima Hari

Kota Tasik | Mulai semester sekarang, SMAN 2 Tasikmalaya menjalankan program sekolah lima hari. Kendati baru uji coba, semua warga sekolah menyambut positif. Proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.

Humas SMAN 2 Tasikmalaya, Nanang Setiawan, mengatakan, sejak dulu pihaknya sudah siap untuk menjalakan sekolah lima hari. Jauh sebelum Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mewancanakan itu, SMAN 2 Tasikmalaya sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan. Namun, karena berbagai hal, saat itu belum bisa diterapkan.

“Kami juga dari dulu sudah punya rencana itu (sekolah lima hari). Tapi waktu itu belum siap aturannya. Untuk menjalankan sekolah lima hari ini memang harus siap infrastrukturnya. Di sekolah ini, semuanya siap, mulai kantin hingga masjid,” tuturnya.

Untuk melaksanakan salat Jumat, sambung Nanang, sekolah menggunakan aula yang bisa menampung ratusan orang. Untuk wudunya, sudah dibuat sekitar 15 keran air. Begitupun kantin. Segala menu tersedia. Harganya juga terbilang murah. “Banyak juga siswa yang bawa bekal dari rumah,” sebutnya.

Ia menjelaskan, semua warga sekolah tidak ada yang keberatan dengan dimintanya SMAN 2 Tasikmalaya untuk program sekolah lima hari. Dalam praktiknya tidak terlalu beda. Soalnya, sebelum itu diterapkan pun, siswa dan guru biasa pulang sore.

“Waktu sekolah enam hari, jam pulang sekolah pukul 13.40. Waktu itu, kami biasa di sekolah sampai sore. Siswa ikut ekstrakurikuler, guru menuntaskan pekerjaan. Sekarang, pulangnya pukul 15.35. Sama saja. Tidak merasa berat. Kami sudah biasa,” papar Nanang.

Untuk menyiasati jam pelajaran yang biasa di hari Sabtu, sekolah memasukkannya ke jadwal antara Senin hingga Jumat. Sabtu libur. Kecuali Sabtu minggu pertama. Siswa ikut ekstrakurikuler prestasi yang butuh latihan insentif, seperti basket, futsal, bela diri, dan lain-lain. Adapun pramuka khusus Jumat, dan ekstrakurikuler lain, seperti PMR, remaja masjid, tari dan lainnya dilakukan setelah jam sekolah.

“Kita lebih nyaman dengan sekolah lima hari. Sabtunya bisa istirahat. Punya banyak waktu dengan keluarga. Saat diumumkan bahwa sekolah akan uji coba lima hari, para siswa sorak. Mereka sangat antusias dan gembira,” sebutnya. initasik.com|sep

Komentari

komentar