Dimas, Puspa, dan Neni | Jay/initasik.com
Informasi

Sudah Berusia Enam Tahun, Dimas Belum Tahu Huruf dan Angka

initasik.com, informasi | Nasib Dimas Raditya Gumilang dan Puspa Laksmi benar-benar malang. Mereka bukan saja ditelantarkan “orangtuanya” (Baca: Dua Anak Dibuang Orangtuanya di Salah Satu Masjid Pagerageung Kabupaten Tasik), tapi juga tidak mendapatkan hak-hak dasar anak, seperti pendidikan.

Dimas, misalnya. Kendati sudah berusia enam tahun, ia belum bisa membaca atau tahu huruf dan angka. “Mereka memang tidak distimulasi sejak kecil. Dibiarkan saja. Warna juga belum banyak paham. Mereka hanya dipenuhi kebutuhan fisiknya; makan, mandi, diberi pakaian,” ujar psikolog Neni Sholihat, M.Psi.

Padahal, sambungnya, ekonomi “orangtua” mereka diperkirakan mampu. Hasil dari wawacara bertiga; Dimas, Puspa, dan Neni, diketahui kalau mereka tinggal di rumah besar dengan dua lantai. Punya mobil juga.

“Dalam perspektif psikologi, kasus seperti ini namanya neglect atau pengabaian. Orangtua mengabaikan hak-hak anak. Tidak diberikan hak-haknya. Hanya dipenuhi kebutuhan fisiknya. Memang banyak orangtua seperti itu,” paparnya.

Namun, ia mengaku tertarik kasus yang tersebut. Ia menyebutnya anomali atau ketidakwajaran yang positif. Kendati jauh dari orangtua, Dimas dan Puspa tetap mandiri dan bisa bersosialisasi dengan anak-anak yang baru dikenalnya.

“Biasanya, anak-anak seusia mereka ketika berjauhan dengan orangtua pasti cemas, ketakutan, atau sedih. Tapi mereka tidak. Bertemu dengan orang baru cepat adaptasinya. Komunikasinya juga baik. Ini menarik,” tandasnya. [Jay]