Peristiwa

Sudah Diresmikan, Gedung Kelas 3 RSUD dr. Soekardjo Belum Bisa Dipakai

Kota Tasik | Kendati sudah diresmikan oleh Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Selasa, 26 Januari 2016, gedung rawat inap khusus kelas 3 di RSUD dr. Soekardjo belum bisa digunakan. Sebagian alat kesehatan belum tersedia. Sumber daya manusianya pun belum siap semua.

Plt Direktur RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr. Rini Dwidarani, menargetkan, gedung lima lantai dengan 192 tempat tidur dan delapan kasur di ruang isolasi itu bisa diisi pasien paling telat pada akhir Februari nanti. “Alat kesehatan, seperti untuk tensi dan furniturnya belum lengkap. Tempat makan pasien juga belum ada,” sebutnya di sela acara peresmian.

Ia menyebutkan, tiap lantai disediakan 48 tempat tidur, plus dua kasur di ruang isolasi. Semua lantai ber-AC. “Nanti di bawah untuk pasien bedah, terus kandungan, penyakit dalam, dan lantai paling atas untuk penyakit syaraf,” rincinya.

Sementara itu, Budi Budiman mengatakan, dengan adanya gedung tersebut maka daya tampung rumah sakit khusus kelas 3 naik jadi 73 persen, dari semula 53 persen. Sebelumnya, rumah sakit pelat merah itu kemampuan daya tampung totalnya 333 tempat tidur, tapi sekarang ditambah 192 tempat rawat baru.

“Dulu, sebelum dibangun gedung ini, di atas tanah ini adalah bangsal yang menampung 24 tempat tidur. Sekarang hampi 200. Tanah di rumah sakit ini memang terbatas. Makanya kita sudah ada rencana membangun gedung kembar di sebelah gedung ini,” tutur Budi seraya menambahkan, pasien RSUD dr. Soekardjo  kebanyakan dari Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai 62 persen. Sedangkan pasien dari Kota Tasikmalaya 31 persen, dan sisanya dari Banjar, Ciamis, sampai Garut.

Selain meresmikan gedung rawat inap khusus kelas 3, Budi juga mengesahkan penggunaan nama dr. Soekardjo untuk RSUD Kota Tasikmalaya dan unit transfusi darah di rumah sakit. “Dipilihnya dr. Soekardjo untuk nama rumah sakit ini adalah untuk menghormati perjuangan dan pengabdian dr. Soekardjo yang merupakan dokter pertama asli Indonesia yang mengabdi di Tasikmalaya antara tahun 1925 sampai tahun 1938,” ungkapnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar