Parlemen

Syarat BPJS Ribet, Dewan Angkat Tangan

Kota Tasik | Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Wahyu Sumawidjaja, mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait banyaknya masyarakat yang mengeluhkan ribetnya persyaratan jadi peserta BPJS Kesehatan.

Menurutnya, aturan itu merupakan kebijakan BPJS Kesehatan Pusat. “Kenapa itu dibuat? Itu untuk menertibkan administrasi. Pada waktu awal-awal administrasinya memang longgar. Banyak yang hanya buat saat sakit, setelah sembuh tidak bayar iuran lagi. Itu bisa jadi rugi BPJSsnya,” tuturnya, Senin, 15 Desember 2015.

Ia menilai tidak ada yang sulit dalam persyaratan kepesertaan BPJS Kesehatan tersebut. Untuk memudahkan, disarankan buat sejak jauh hari. “Membuatnya (daftar) jangan mendadak. Kalau persyaratan rekening dan baru jadi setelah satu minggu, kita tidak berbuat apa-apa. Itu aturan dari pusat,” ujar pimpinan komisi yang salah satunya membidangi kesehatan itu.

Seperti diberitakan initasik.com, sejak 1 November 2014, ada syarat baru yang harus dipenuhi saat akan daftar BPJS Kesehatan, yaitu fotokopi buku rekening salah satu bank, baik bank Mandiri, BNI, atau BRI. Sebelumnya, daftar BPJS Kesehatan cukup membawa fotokopi kartu keluarga, KTP, dan pas foto ukuran 3×4. Banyak yang mengeluhkan persyaratan tersebut.

Selain itu, jika yang didaftarkan atas nama orang lain, pendaftar mesti membawa surat kuasa bermaterai. Satu lagi. Seluruh nama yang tertera dalam kartu keluarga, harus didaftarkan semua. Itupun tidak langsung aktif, tapi tunggu satu minggu kemudian. initasik.com|ashani

Komentari

komentar