Etalase

Tahun Ajaran Baru, Toko Mebel Kebanjiran Pesanan Bangku Sekolah


initasik.com, etalase | Tiap memasuki tahun ajaran baru selalu ada berkah bagi banyak pedagang. Penjual buku, laku. Pedagang pakaian seragam, diserbu pembeli. Begitu juga dengan pembuat kursi atau meja.

Di tengah sibuknya para buruh yang sedang mengakut kursi dan meja sekolah yang hendak diantarkan ke sekolah,  Engkus Kusnadi(60) duduk manis sembari minum secangkir kopi.Ia merupakan salah seorang pengusaha mebel di Kampung Cibatu, Desa Jayaputra, Kecamatan Sariwangi.

Permintaan barang dalam dunia usaha yang digeluti Engkus meningkat. Dibulan ini, Engkus menerima pesanan bangku dan meja sekolah sebanyak 50 set. Itu baru dari satu sekolah, belum lagi sekolah lain yang biasa memesan padanya.

Hanya modal rekanan bisnis, ia memetik rupiah dengan mudah.  Dasar usahanya bukan pembuatan kursi, tapi lemari pakaian. Namun, ada saja sekolah yang memesan bangku dan meja untuk sarana KBM kepadanya lantaran kenal dekat dengan Engkus.

Ia menjual satu set bangku sekolah seharga 300 ribu rupiah. Perhitungan modal per setnya 200 ribu rupiah. Namun, tentunya barang yang ia terima dari rekannya ini belum sepenuhnya beres. Setelah dikirim ke mebe  Engkus, barang itu masih dalam kondisi setengah jadi, atau bisa dibilang tinggal masuk kedalam tahap pengecatan.

Ti rerencanganmah nembe bodasan (istilah setengah jadi). Di dieu mah kantun ngecet. Ieumah etang-etang hadiah we tiap tahun aya pesenan kieu,” ujarnya.

Menurut Engkus, meskipun dirinya tidak membuat kursi, para guru tetap memesan padanya lantaran kualitas kursi yang Engkus pesan dari rekannya itu berkualitas baik. Bahan baku kayu yang biasa digunakan untuk meja yaitu kayu jenis caruy, sedangkan untuk kursi, biasanya berbahan baku albasiah. Karena engkus berpendapat kayu dari jenis ini lebih kokoh dan tahan lama.

Pami meja kan tinu sanes mah sok tina kai tisu, pami abdimah mesen ka rerencangan sok dipiwarang ku kai caruy kualitasna langkung sae hargana benten saalit,” jelas Engkus.

Sedangkan untuk rutinitas dalam pabrik mebel milik Engkus ini hanya menjual lemari kayu. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu. Tergantung kesulitan bentuk dan bahan yang digunakan.

Selain Engkus, pengusaha mebel lain yang kebanjiran pesanan kursi dan meja sekolah adalah H. Abdul Rohman. Ia pemilik usaha mebel di Malaganti. “Alhamdulillah majeng kana korsi sareng meja belajar mah pesenan tos seueur. kirang langkung kana 38 set ti sakola,” sebutnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?