Birokrasi

Tahun Depan Kabupaten Tasik Targetkan Cetak 500 Hektar Sawah Baru

initasik.com, birokrasi | Setelah berhasil mencetak 125 hektar sawah baru, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan kembali melakukan hal serupa. Tahun ini targetnya lebih luas lagi. Direncanakan mencetak 500 hektar sawah baru. Lokasinya di Tasikmalaya bagian selatan.

“Di Kecamatan Bantarkalong dan Kecamatan Cipatujah, termasuk Cikalong,” sebut Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, usai menghadiri Seminar Multistakeholders Tasikmalaya 2050: Landasan Kritis Menuju Pembangunan Tasikmalaya yang Berkelanjutan, yang digelar ikatan alumni SMAN 2 Tasikmalaya, di Hotel Santika, Kamis, 6 Juli 2017.

Menurutnya, ratusan hektar sawah baru dicetak di atas lahan milik masyarakat, sehingga dimanfaatkan sendiri oleh pemilik lahan. Beda dengan daerah lain yang statusnya tidak jelas. Untuk mengamankan area persawahan, Uu menyebutkan sudah ada payung hukum berupa peraturan daerah tentang sawah abadi.

“Kalau tidak ada payung hukum, masyarakat akan seenaknya mengalihfungsikan sawah. Puluhan tahun ke depan, pertanian akan menjadi salah satu sektor yang paling diperhitungkan. Saya yakin petani akan semakin sejahtera.Tidak punya komputer atau mobil tidak bahaya, tapi kalau tidak punya pangan itu sangat berbahaya,” tuturnya.

Uu mengatakan, masyarakat di wilayah yang dipimpinnya banyak yang bermatapencaharian petani. Karenanya, salah satu fokus pembangunan di periode pertamanya adalah pertanian, melalui program gerakan membangun desa alias Gerbang Desa.

Upaya lainnya adalah mendirikan SMK Pertanian. Meski di awal pendiriannya banyak masyarakat yang mencibir, karena saat ini kiblat dunia pendidikan ke dunia teknologi informasi atau otomotif, sekolah pertanian itu kini banyak peminatnya. Dari tahun ke tahun muridnya bertambah.

Usaha-usahanya membuahkan hasil. Setiap tahun produksi gabah kering di atas lima persen. Beras surplus. Karena prestasi tersebut, Pemkab Tasikmalaya diganjar penghargaan dari Menteri Pertanian tiga tahun berturut-turut, dapat lencana emas dari KTNA nasional, dan penghargaan Satyalencana Pembangunan dari Presiden Joko Widodo. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?