Ist
Informasi

Takbiran di Idul Fitri Itu Dimulai Saat Keluar Rumah Menuju Tempat Id

initasik.com, informasi | Malam Idul Fitri kerap diramaikan oleh takbiran keliling dengan mobil terbuka sambi bawa beduk. Ada juga yang semalam suntuk takbiran di masjid. Ternyata, kata Ketua PD Persatuan Islam Kota Tasikmalaya, Ustaz Aep Saepudin, takbiran seperti itu tidak ada dalilnya. Rasulullah shallalahu’alaihi wa sallam tidak mencontohkannya.

“Di antara sunah Rasul di Hari Raya Idul Fitri itu adalah takbiran. Namun, waktunya sudah ditentukan, yaitu saat keluar rumah menuju tempat id sampai salat id. Sesingkat itu waktunya. Beda dengan takbiran Idul Adha yang sampai berhari-hari,” terang Ustaz Aep, Sabtu 24 Juni 2017.

Dalih syiar dalam takbiran keliling, sambungnya, tidak bisa diterima, lantaran syiar juga harus tetap berpijak pada syariat. “Terkadang di kita itu terbalik. Yang tidak ada contohnya dilakukan, sedangkan yang ada contohnya tidak dilakukan,” tandasnya.

Ia menerangkan, sunah-sunah di Hari Raya Idul Fitri itu adalah mandi, berpakaian terbaik, memakai wewangian. “Sebelum berangkat ke tempat id, disunahkan mandi. Lalu memakai pakaian terbaik yang dimiliki. Tidak mesti baru. Tetapi kalau baru tidak jadi masalah. Kemudian Rasul mencontohkan memakai wewangian. Itu khusus untuk laki-laki,” paparnya.

Sebelum berangkat ke tempat id, lanjutnya, disunahkan makan dulu. Rasul mencontohkannya dengan makan kurma. Bilangannya ganjil. Lantas, saat pergi ke tempat id sunahnya takbiran. Jangan ngobrol. “Sunah lainnya adalah, saat pulang kita pilih jalan yang berbeda dengan berangkat,” sebut Ustaz Aep.

Terkait salat id, ia menjelaskan, di antara salat-salat yang Rasul laksanakan tidak sama semua. Salah jenazah, misalnya, bacaannya berbeda dengan salat wajib. Juga tidak ada ruku dan sujud. Atau salat gerhana yang ada dua kali ruku dalam satu rakaat.

“Salat id juga berbeda. Takbir di rakaat pertama sebanyak tujuh kali, rakaat kedua lima kali. Di antara takbir tidak ada bacaan apapun. Setelah takbir ketujuh baru baca doa iftitah seperti salat biasa,” bebernya. [Jay]