Peristiwa

Tanah di SMPN 1 Taraju Retak, KBM Terganggu

Kabupaten Tasik | Kegiatan belajar-mengajar (KBM) di SMPN 1 Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, terganggu. Para murid kelas 7E dan 7F sejak tiga pekan lalu tidak bisa menempati ruangan yang biasa digunakan KBM.

Untuk sementara, mereka menggunakan ruang perpustakaan secara bergiliran. Kedua kelas yang terpisah dari bangunan utama itu tidak bisa dipakai, lantaran tanah di sekitarnya retak sedalam satu setengah meter, dengan panjang 20 meter dan lebar kurang lebih 50 cm.

Dede Rudiat M.Pd, kepala SMPN 1 Taraju, menyebutkan, retakan tanah terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Ia mengaku khawatir terjadi longsor, sehingga KBM dipindahkan sementara.

Menurutnya, kondisi tanah di lokasi tersebut sangat rawan terjadi longsor. Kontur tanahnya kurang padat, ditambah beban bangunan di atasnya. Ia berharap, pemerintah segera turun tangan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai penanganan awal pihak sekolah sudah menutup retakan dan menjauhkan siswa dari sana dengan membuat pembatas dari bambu.

Dede menyebutkan, pihaknya sudah melapor dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya. Rencananya BPBD akan meminjamkan beberapa tenda untuk KBM.

“Kami sudah berbuat maksimal agar retakan tanah ini tidak menimbulkan musibah lain. Kami terus berkoordinasi dengan muspika serta instansi-instansi yang berwenang di Kabupaten Tasikmalaya,” imbuhnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Dini, guru Bahasa Inggris SMPN 1 Taraju. Ia dan yang lainnya takut terjadi apa-apa bila retakan itu tidak segera ditanggulangi. initasik.com|ahmad

Komentari

komentar