Eri Aksa Heryadi | Jay/initasik.com
Seni Budaya

Tangan-tangan Kreatif di Balik Cantik Payung Geulis

initasik.com, seni budaya | Eri Aksa Heryadi, seniman lukis, tampak asyik memainkan kuasnya di atas kain satin yang dipasang di payung geulis. Ditemui di bengkel kreatifnya, di Cisumur, Kawalu, Kota Tasikmalaya, ia sedang menuntaskan payung geulis yang akan dipajang dalam Tasikmalaya October Festival (TOF) 2017.

Beberapa karyanya sudah dipasang di Taman Kota, tepatnya di area batu andesit. Ratusan payung geulis menggantung manis dengan aneka warna. Kendati TOF 2017 belum resmi dibuka, area tersebut sudah menjadi tempat favorit untuk foto-foto.

Rencananya, festival yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-16 Kota Tasikmalaya itu akan dibuka hari ini, Sabtu, 14 Oktober sampai 17 Oktober 2017.  Untuk menyemarakkan TOF 2017, ia mendapat pesanan 3.000 payung geulis. Semua itu dikerjakan ia dan timnya dalam waktu 40 hari. Ada 15 orang yang terlibat. Masing-masing punya tugas, mulai membuat gagang, rangka, sampai melukis.

“Satu payung ini dibuatnya oleh enam orang. Minimal lima orang. Ada yang membuat gagang, rangka, pasang benang, menjahit, hingga melukis. Saya sendiri tugasnya melukis, dibantu dua orang,” tutur pengasuh Sanggar Kinanti itu.

Agar payung buatannya bertahan lama, apalagi akan dipasang di arena terbuka, ia memilih kain satin untuk tudungnya. Tahan hujan. Jika dari kertas semen, kena hujan lama-lama pasti sobek. Alasan lain kenapa memilih kain satin, karena pengerjaannya lebih cepat. Beda dengan pakai kertas semen.

Ia menyebutkan, payung-payung itu dibuat di tiga tempat. Untuk rangka, misalnya, pembuatannya dilakukan di daerah Tamansari. Lalu dibawa ke Payingkiran, sentra kerajinan payung geulis di Kota Tasikmalaya, kemudian di lukis di Kawalu.

Mengerjakan 3.000 payung dalam waktu 40 hari dengan kualitas maksimal itu diperlukan kerja keras tanpa mengenal waktu. Ia mengaku sering sampai begadang untuk bisa mengejar target. “Alhamdulillah diberi kekuatan, meski pernah ngedrop selama dua hari,” imbu Eri. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?