Peristiwa

Tasik Investment Expo & Conference; Setelah Beres Acara, Lalu Bagaimana?

Kota Tasik | Kota Tasikmalaya kedatangan tamu dari Filipina, Singapura, Malaysia, dan beberapa negara di luar ASEAN, Jumat, 7 Oktober 2016. Mereka diundang untuk menghadiri Tasik Investment Expo & Conference (TIEC) yang diselenggarakan di Hotel Santika.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, dalam sambutannya mengatakan, acara yang digelar selama dua hari itu dimaksudkan untuk membangun jejaring dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di negara ASEAN dan negara lainnya.

“Acara ini untuk memfasilitasi bersatunya stakeholder dalam rangka bertukar informasi dan peluang dengan harapan bisa terjalinnya kerja sama yang saling memperkuat dan membutuhkan kedua belah pihak,” tutur Budi.

Menurut dia, Kota Tasikmalaya membutuhkan peran dunia swasta serta investor dalam dan luar negeri, dalam penyediaan sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Apalagi kota ini menjadi pusat pengembangan wilayah timur yang strategis, karena berada pada poros lalu lintas selatan pulau Jawa.

Ada delapan sektor yang ditawarkan dalam acara tersebut, yaitu industri, perdagangan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), parawisata, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan agribisnis. Budi mengatakan, pihaknya berencana menjadikan TIEC sebagai agenda tahunan.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Tantan Rustandi, berharap, acara TIEC membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di kota ini. Ia menilai, mudah bagi siapapun untuk mengadakan acara seperti TIEC. Asal ada anggaran, jadi. Acara pasti bisa sukses. Tapi, setelah acara beres, lalu bagaimana?

“Untuk sukses penyelenggaraan acara, gampang. Yang menjadi tantangannya adalah sukses tindak lanjut setelah acara. Seberapa berapa banyak produk UMKM yang kemudian bisa diekspor? Berapa banyak ivestasi yang masuk? Itu yang tantangan kita kemudian,” paparnya di sela rehat acara TIEC.

Dalam jumpa pers, Budi Budiman mengakui, salah satu kelemahan UMKM di Kota Tasikmalaya adalah sulitnya menembus pasar luar negeri. Untuk itu, melalui TIEC diharapkan terjalin kerja sama, baik berupa pembelian produk atau penanaman investasi.

Untuk mempermudah para investor, Budi mengatakan, “Kami sudah mengeluarkan perda tentang kemudahan-kemudahan berinvestasi. Kami berkomitmen memberikan kemudahan berinvestasi di Kota Tasikmalaya, sehingga tercipta iklim investasi yang sehat.” initasik.com|shan

 

 

Komentari

komentar