Teliti Sebelum Membeli Mobil
Otomotif

Teliti Sebelum Membeli Mobil

Kabupaten Tasik | HY, 39 tahun, warga Kampung Manggaluwuk, Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, harus berurusan dengan polisi. Bandar hasil bumi itu diketahui membeli mobil dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari YD.
Lantaran transaksi itu, HY ditetapkan sebagai tersangka. Sementara YD masuk dalam daftar pencarian orang. Kepada polisi HY mengaku membeli mobil dari YD. Lengkap dengan STNK. Namun dia berdalih tidak bisa membedakan bagaimana STNK asli atau palsu.

Bahkan, kata HY, jangankan dirinya, polisi pun terkelabui. Saat mobil yang dikendarainya dihentikan polisi yang sedang menggelar operasi dan memeriksa STNK, ia lolos. “Saya betul tidak tahu, Pak. Saat beli dari YD memang ada STNKnya, dan itu tampak asli,” ujarnya di Mapolres Tasikmalaya, Senin, 4 Januari 2016.

Namun, polisi menduga kalau HY sudah mengetahui STNK tersebut palsu, karena pembelian kendaraan dari YD bukan hanya sekali. “Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, keduanya (HY dan YD) selalu melakukan transaksi dengan STNK palsu. Kami masih memburu YD agar jelas dari mana kendaraan itu didapat,” jelas Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Pandu Winata.

Ditanya soal dugaan keterlibatan oknum dari institusi terkait yang bisa membuat STNK, Pandu menjawab pihaknya akan berkoordinasi dengan Korlantas Polda Jawa Barat agar mekanisme pembuatan STNK ini bisa terkontrol.

“Kemungkinan besar ada mafia jaringan pembuat STNK palsu ini, jika dilihat dari kemiripannya dengan yang asli. Kami akan terus selidiki,” tandasnya.

Salah satu ciri STNK palsu biasanya tinta cetakan pada kertas STNK akan luntur jika terkena air, karena kualitas kertas dan tintanya jelek. Selain itu, kalau STNK asli di sisi sebelah kanan ada tulisan STNK yang dilubangi. Namun, cara ampuh untuk memastikan apakah STNK tersebut asli atau palsu bisa mendatangi kantor samsat terdekat. initasik.com|dzm

Komentari

komentar