Peristiwa

Terminal Indihiang Belum Bersertifikat, Siapa yang Bohong?

initasik.com, peristiwa | Terminal Tipe A Indihiang Kota Tasikmalaya sudah berdiri hampir 13 tahun. Namun, hingga sekarang terminal yang berdiri di atas lahan sekitar 9,6 hektar itu ternyata belum bersertifikat.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Indihiang, Jenny M. Wirandani, mengungkapkan, jangankan sertifikat, akta jual beli pembebasan tanahnya juga belum ada. Beragam cara telah ditempuh untuk menuntaskan kendala tersebut, namun, sejauh ini belum ada titik terang.

Parahnya, Jenny mengatakan, Pemkot Tasikmalaya, seolah lepas tangan terhadap apa yang menjadi kewajibannya. “Kami sudah mencoba untuk memperbaiki semua ini. Beberapa waktu lalu kami datang ke aset, tapi katanya semua itu sudah bukan menjadi urusan mereka lagi. Semuanya merasa sudah menyelesaikan kewajibanya masing-masing, baik itu pemerintah daerah maupun pengembang,” paparnya dalam satu kesempatan.

Saat ini, sambung Jenny, Kementerian Perhubungan tengah berusaha menyelesaikan sertifikat terminal. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 300 juta lebih. Ia menyebutkan pentingnya terminal memiliki sertifikat. “Kita belum bisa mendapatkan anggaran untuk rehab besar-besaran terminal ini, karena sertifikatnya belum ada,” ujarnya.

Pernyataan berbeda dilontarkan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman. Ia mengatakan, persoalan sertifikat sedang dalam proses. Itu bertolak belakang dengan pengakuan Jenny yang menyebutkan kalau pembuatan sertifikat bukan kewenangan pemkot lagi, setelah pengelolaan terminal ada di bawah Kementerian Perhubungan sejak 1 Januari 2017.

Budi berdalih, belum keluarnya sertifikat itu lantaran kepala Badan Pertanahan yang dulu menangani masalah itu sudah meninggal dunia. “Sekarang sedang dalam proses. Semua kekuranganya kita sedang penuhi, termasuk AJBnya sedang diurus. Ya mudah-mudahan tahun ini selesai,” tutupnya. [Eri]