Feri | initasik.com
Peristiwa

Terminal Indihiang Sepi, Pedagang Merugi

initasik.com, etalase | Mulai pukul 05.30 ia bergegas pergi ke terminal Indihiang yang tak jauh dari rumahnya. Elis, perempuan paruh baya yang berjualan minuman dan makanan ringan di terminal tipe A Kota Tasikmalaya, itu menjajakan dagangan. Ada beribu angan dan doa yang menyertai langkahnya mencari rezeki demi menafkahi keluarganya, walaupun setiap usahanya tidak selalu berbuah manis.

Beberapa tahun terakhir, aktivitas di terminal Indihiang sangat sepi. Jarang ada penumpang menunggu atau turun dari kendaraan umum di tempat itu. Kontras dengan suasana terminal pada umumnya. Pedagang mengeluh. Terkadang dalam satu hari Elis hanya menjual satu botol air mineral. Tentu saja tidak akan cukup untuk menafkahi keluarganya, bahkan untuk makan sehari-hari pun sangatlah kurang.

Kondisi serupa dirasakan Mukhlis (28), penjual nasi. “Dulu, pas awal-awal tahun 2007 dagangan saya ramai. Tapi setelah tahun 2010 mulai sepi. Yang makan di sini sudah jarang. Paling yang beli sopir atau kondektur. Kalau penumpang paling satu hari ada dua orang,” ujarnya.

Sampai saat ini terminal Indihiang sangat memprihatinkan. Sepi dan tidak terawat. Penumpang enggan menunggu bus di dalam terminal. Banyak harapan yang disampaikan para pedagang kepada pemerintah. Mukhlis berharap agar fungsi terminal dikembalikan seperti dulu, yaitu sebagai tempat naik dan diturunkannya penumpang dari bus antarkota. [Feri]

Komentari

komentar