Ilustrasi | Dok. initasik.com
Peristiwa

Terpencil, SDN Campaka 1 Bojonggambir Hanya Punya Tiga Orang Guru


initasik.com, peristiwa | Saat melakukan perjalanan mengunjungi kawasan daerah terpencil dan berdialog dengan warga di wilayah Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, anggota Fraksi PKB, Syahban Hilal, terkejut ketika mendengar ungkapan salah seorang warga di sana. Ada siswa kelas 5 SD yang belum hafal lagu nasional Indonesia Raya.

Syahban kemudian mendatangi sekolah terpencil itu, tepatnya SDN Campaka 1. Ternyata di sekolah dengan 6 kelas itu hanya memiliki tiga guru yang berstatus PNS saja tanpa dibantu guru honorer atau sukwan. Itu membuat proses kegiatan belajar mengajar tidak efektif, karena banyaknya siswa yang belajar di sana tidak mampu tertangani dengan jumlah guru yang sedikit tersebut.

“Miris memang keadaannya, bahkan saat saya datang sebelumnya di sekolah itu tidak ada WC, sehingga anak-anak yang hendak buang air lebih memilih pulang ke rumahnya. Lucunya, mereka tidak kembali lagi ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan belajar hingga selesai. Untungnya sekarang sudah ada WC, sehingga anak-anak tidak harus pulang ke rumah dulu untuk buang air,” tutur Syahban.

Atas keadaan tersebut, Syahban mengaku telah berkomunikasi dengan Komisi 4 DPRD agar meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya melakukan pendataan dan pemerataan guru di daerah terpencil.

Menurutnya, persoalan guru di daerah terpencil itu pasti terjadi di manapun, dan jangan sampai terjadi penumpukan guru di daerah kota sedangkan di kawasan yang benar-benar membutuhkan tidak terpenuhi.

“Harus ada perhatian dari pemerintah khususnya Dinas Pendidikan ini, untuk melakukan pemerataan guru. Agar semua siswa yang bersekolah di daerah terpencil bisa tertangani dengan baik, jangan sampai ada anak-anak yang telantar dalam hal menerima pelajarannya di sekolah,” ujar Syahban. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?