Peristiwa

Terseret Tronton; Mobil Calya Tergencet di Parit Sampai Ringsek, Pengemudinya Masih Bisa Merokok

initasik.com, peristiwa | Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jl. Raya Ciawi, Kp. Jogi, Desa Karangresik, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 6 Desember 2017, sore. Sebuah mobil Calya terseret truk tronton hingga masuk parit selebar dua meter.

Andri, saksi mata, menjelaskan kronologisnya. Kecelakaan terjadi sekitar pukul setengah lima sore. Dari arah Tasik, sebuah mobil sedan akan menyeberang masuk ke rumah makan yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Sebagai juru parkir, Andri sigap mengatur arus lalu lintas. Ia memberi aba-aba agar truk tronton yang datang dari arah Bandung memberi jalan. “Tapi mobil sedan itu malah tidak maju-maju. Akhirnya truk maju lagi. Di saat bersamaan, mobil sedan ikut maju juga. Mungkin sopir truk kaget dan melemparkan setir ke kanan, karena mungkin takut menabrak sedan itu,” tutur Andri.

Nahas, di belakang sedan itu ternyata ada mobil Calya bernomor polisi D 1783 AEW yang dikemudikan Budi, warga Sukadana, Ciamis. Mobil itu terseret sampai masuk parit selebar dua meter. Ringsek.

Ban depan truk bagian kanan terlihat menggilas setir mobil. Sementara bumper truk meratakan seluruh bagian atas mobil. Salah satu bannya sampai terlepas. Semua menduga, yang ada di dalam mobil tersebut tidak akan selamat.

Tapi takdir berkata lain. Mereka selamat. Budi tidak terlihat luka parah di bagian luar. Malah ia masih bisa menelepon sambil merokok. “Stres saya. Pokoknya mobil itu harus diganti,” ujarnya dengan mimik muka yang masih tegang.

Penumpang lainnya, Nanda, mengalami luka cukup parah di bagian muka. Ia langsung dilarikan ke Puskesmas Ciawi. Di lokasi kejadian, masyarakat yang melihat peristiwa tersebut mengaku bingung. Bagaimana bisa mereka selamat, sementara kondisi mobil sangat mengerikan?

“Inilah bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka masih selamat, walaupun menurut pandangan kita kondisinya begitu parah,” ujar salah seorang warga. Sampai berita ini ditulis, truk masih belum bisa dievakuasi, sehingga memacetkan arus lalu lintas. Kemacetan mengular sampai lima kilometer. [Jay]

Komentari

komentar