Jay | initasik.com
Peristiwa

Tiap Pakai SOR Dadaha Harus Bayar, Bupati Tasik Ungkit Lagi Soal Penyerahan Aset


initasik.com, peristiwa | Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, tidak bisa menyembunyikan kejengkelannya kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait penggunaan sarana olahraga (SOR) di kompleks Dadaha.

Uu mengklaim, SOR yang berada di sebelah kiri jalan dari pintu gerbang utama, mulai GOR Susi Susanti hingga Gelanggang Generasi Muda masih milik Kabupaten Tasikmalaya. Tempat-tempat itu tidak diberikan dalam penyerahan aset ke Kota Tasikmalaya, empat tahun lalu.

“Yang sangat disayangkan, setiap kami menggunakan Dadaha, kami harus bayar. Jangan seperti itulah. Apalagi statusnya belum jelas. Saya tidak akan memberikan Dadaha yang ada di sebelah kiri jalan itu. Yang diberikan hanya stadion,” tandasnya.

Menurutnya, setiap Pemkab Tasikmalaya punya agenda olahraga yang memerlukan kompleks Dadaha selalu diminta bayar. Kendati tidak menyebutkan angka, ia mengatakan nominalnya besar. Padahal, sarana olahraga itu diakui masih milik Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya kecewa dengan gaya Pemkot Tasikmalaya. Kami sebagai pemilik lahan harus sampai bayar. Saya tidak akan tinggal diam. Akan melakukan berbagai upaya, termasuk lobi politik. Tentu, kita butuh sarana olahraga untuk pembinaan para atlet dan kegiatan lainnya,” papar bupati.

Terpisah, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menepis pernyataan Uu. Ia meyakinkan, semua aset milik Kabupaten Tasikmalaya ada di kompleks Dadaha sudah diserahkan kepada kota.

“Sudah diserahkan semuanya. Ada diberita acara penyerahannya. Pak Yusuf (waktu itu Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Tasikmalaya) tahu itu. Semuanya 15 hektar sudah jadi milik kita. Kita bicara dokumen saja,” tandas Budi. [Jay]

 

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?