Video

Tidak Ada Keturunan Tionghoa Berjualan di Singaparna?

initasik.com | “Singaparna hanya untuk pribumi.” Seolah telah menjadi aturan tidak tertulis Sampai sekarang, di sana sulit untuk mencari toko yang pemiliknya keturunan Tionghoa Dari mulai Kudang sampai Alun-alun Singaparna. Meskipun merupakan pusat perdagangan, sulit ditemukan warga keturunan Tionghoa Beda dengan Kota Tasikmalaya, beberapa toko besar adalah milik keturunan Tionghoa Bukan hanya di jalur perdagangan, warga di Desa Sukamulya, Desa Cipakat dan Desa Singaparna tidak ada keturunan Tionghoa Alwi Patoni, Kasi Pemerintahan Desa Sukamulya “Mungkin sudah jadi semacam hukum adat. Tidak ada peraturan desa yang menyatakan warga Tionghoa dilarang jualan di sini” “Bisa saja sekarang ini ada warga keturunan Tionghoa yang berbisnis di Singaparna” Pemilik modalnya orang keturunan, tapi yang mengelolanya warga pribumi”

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari